Wakil Ketua DPRD Jateng: Kesenjangan Ekonomi Picu Konflik Sosial

  • Bagikan
Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman
JADI PEMBICARA: Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman saat menjadi pembicara dalam dialog yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Jateng di Pekalongan, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

PEKALONGAN – Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menegaskan, keberagaman harus dipupuk melalui berbagai macam kegiatan lintas kepentingan. Sebab, Indonesia berdiri atas keberagaman mulai dari agama, suku, etnis dan sebagainya.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam dialog ‘Kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil dalam Penyelesaian Konflik Sosial’ di Gedung Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, belum lama ini (29/3).

Oleh sebab itu, menurutnya, untuk memupuk keberagaman tidak bisa berjalan sendiri-sendiri sesuai kepentingan kelompok. Apalagi, untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Perlu segala upaya terutama dari ekonomi dan pendidikan. Ia menekankan, kedua faktor tersebut turut menjadi fondasi dari terciptanya radikalisme dan terorisme.

Menurut Sukirman, ketika kebutuhan ekonomi tidak tercukupi, maka dapat memicu konflik sosial. Begitu juga dengan pendidikan. Ia menegaskan, pendidikan harus mampu memberikan pemahaman keberagaman dan saling menghormati.

Baca juga:  Gus Yasin Ajak Warga Jaga Kebersihan Sungai

“Harus menciptakan perekonomian yang mapan. Dengan demikian, kebutuhan dasar seorang warga bisa tercukupi dan tidak ada kesenjangan ekonomi,” ujarnya.

“Demikian pula dengan pendidikan. Berikan pendidikan yang memberikan pemahaman soal keberagaman, menghormati sekaligus menghargai kelompok lain. Sistem pendidikan harus kita evaluasi tuntas agar semakin mantap dan yakin bahwa ada perlindungan generasi muda kita terkait ajaran radikal,” imbuh Legislator PKB itu.

Dalam dialog itu hadir pula anggota DPRD Provinsi Jateng dari Daerah Pemilihan (Dapil) 13. Yakni, anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan Pujo Widiono bersama anggota Komisi C dari Fraksi PKS Riyono. (hms/gih)

  • Bagikan