3 Terduga Teroris Ditangkap

  • Bagikan
Rumah terduga teroris di Jalan Lamongan Barat, Kota Semarang
KONDISI: Rumah terduga teroris di Jalan Lamongan Barat, Kota Semarang, akhir pekan lalu. (ANTARA / JOGLO JATENG)

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di Semarang. Di hari yang sama, dua orang terduga teroris di Kudus juga ditangkap Densus 88.

Salah seorang warga yang tinggal di sekitar rumah terduga teroris di Jalan Lamongan Barat, Sampangan, Kota Semarang, Is (62) mengatakan, penangkapan dilakukan oleh petugas polisi tidak berseragam pada Jumat (2/4) pagi. “Jumat pagi, ada banyak polisi tidak pakai seragam pada waktu itu,” katanya, akhir pekan lalu.

Ia mengaku mengetahui sosok terduga teroris berinisial B yang ditangkap polisi itu. Menurut dia, B biasa mengajar mengaji serta tetap berinteraksi dengan warga sekitar, meski lebih sering di rumah.

Terpisah, Ketua RT tempat terduga teroris tinggal, Heri memilih bungkam soal penangkapan tersebut.”Kalau ingin tahu apa yang terjadi kemarin, silakan langsung ke polisi,” katanya.

Belum ada pernyataan dari kepolisian berkaitan dengan penangkapan terduga teroris tersebut.

Sementara itu, dua terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Kudus, keduanya merupakan warga dari luar daerah setempat. Informasi dari Densus 88 yang diterima Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma, disebutkan bahwa dua orang itu dibawa ke Polsek Kota Kudus sebentar, lalu dibawa pergi.

Dari dua orang yang dibawa Tim Densus 88 tersebut, salah seorang di antaranya dilepas. Informasinya orang yang tetap dibawa Tim Densus 88 adalah warga Kabupaten Bojonegoro.

Baca juga:  Pasca Bom Bunuh Diri, Polri Amankan Lima Bom Aktif Dan Tangkap 13 Terduga Teroris Di Jakarta-Makassar-NTB

“Hanya sebatas itu, kami juga tidak mengetahui informasi lebih lanjutnya karena mengetahuinya setelah penangkapan dibawa ke Polsek Kota sebentar,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, warga Kabupaten Bojonegoro yang dibawa Tim Densus 88 berinisial ATP (29) baru tinggal di Kudus selama 5 hari. Ia ikut bekerja dalam pengerjaan proyek revitalisasi di PG Rendeng Kudus.

Penangkapan tersebut dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (2/4) siang, ketika hendak berangkat kerja dari tempat kontrakannya.

Cahyono, rekan ATP, mengaku mengetahui penangkapan rekan kerjanya itu oleh Tim Densus 88 berjumlah delapan orang berseragam bebas. Terduga diberhentikan saat naik sepeda motor menuju tempat kerja untuk pengerjaan proyek revitalisasi di PG Rendeng.

Saat keluar dari gang tempat rumah kontrakan, dia bersama rekannya dihentikan delapan orang sekitar pukul 13.10 WIB dengan membawa mobil Avanza dan empat sepeda motor.

Cahyono bersama ATP ikut dibawa ke Polsek Kota untuk dimintai keterangan, kemudian tak berselang lama yang bersangkutan diperbolehkan pulang. Selama di Polsek Kota, dia ditanya lama kenal dengan ATP dan cerita bisa bekerja di Kudus.

Cahyono sendiri mengenal ATP saat ada proyek di Paiton, Jawa Timur, pada tahun 2018. Ketika membutuhkan pekerjaan, ATP menghubunginya untuk bekerja di Kudus. (ara/gih)

  • Bagikan