4 Sekolah Lakukan Uji Coba PTM

  • Bagikan
uji coba PTM di SMA Negeri 1 Bae, Kudus
KEMAJUAN: Pembagian face shield dan masker untuk siswa uji coba PTM di SMA Negeri 1 Bae, Kudus sebelum memasuki ruang kelas, Senin (5/4). (ZULFIA HARYANTI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng Berdasar instruksi dari Gubernur Jawa Tengah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kudus menjalankan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (5/4). Hal ini merupakan salah satu kemajuan dunia pendidikan yang berupaya menyesuaikan kondisi dan situasi pada pandemi Covid-19.

Kasi SMA dan SLB Disdik Kabupaten Kudus Hariyanto mengatakan, PTM sudah dimulai lagi dan harus sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan mulainya uji coba PTM, pihaknya tidak hanya meminta anak masuk sekolah. Namun pelajar juga diberi pengertian selama pandemi protokol kesehatan harus diutamakan.

Ada sebanyak empat SMP/SMA sederajat yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka, kemarin. Diantaranya SMAN 1 Bae, SMP Negeri 1 Jekulo, SMK Wisuda Karya, kemudian MA NU Banat Kudus.

“Semua yang ikut uji coba PTM adalah siswa kelas X. Setiap sekolah maksimal 110 siswa dengan tiap-tiap kelas diisi maksimal 18 siswa,” ujar Hariyanto.

Salah satu SMA yang melakukan uji coba PTM adalah SMA Negeri 1 Bae. Jumlah siswa kelas X sebanyak 396. Sejumlah 110 siswa, kurang lebih 30 persen dari jumlah total siswa diikutkan uji coba PTM.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Bae, Supriono mengatakan, jam masuk siswa dibagi menjadi dua tahap untuk meminimalisasi keluar masuk. Tahap pertama pukul 07.00, sedangan tahap kedua pukul 07.30. “Biasanya satu jam pelajaran sampai 45 menit. Dalam uji coba PTM ini, dibuat 30 menit saja,” jelasnya.

Baca juga:  Sekolah Wajib Lapor Tiap Hari

Dalam uji coba PTM, tidak diberlakukan jam istirahat. Pembelajaran di kelas juga hanya berlangsung selama dua jam atau empat jam pelajaran. Siswa yang masuk kelas pukul 07.00 akan pulang pada pukul 09.30. Sebab ada literasi selama 30 menit sebelum pembelajaran dimulai.

SMA Negeri 1 Bae mengisi setiap kelas hanya 10 siswa. Jadi, total ada 11 kelas yang dijadikan uji coba PTM. Menurut Supriono, tidak ada complain dari orang tua siswa yang dipilih untuk ujicoba PTM. Mereka mengizinkan dan memberi dukungan.

Dalam uji coba PTM ini, siswa yang dipilih berdasar kategori tertentu. Yakni, mereka yang jarak rumahnya tidak jauh dengan sekolah, mempunyai kendaraan sendiri atau diantar orang tua, dan tidak sedang sakit. Serta tidak boleh naik kendaraan umum saat berangkat ke sekolah.

“Apabila anak merasa sakit dan rumahnya kedatangan tamu atau keluarga dari luar kota, mereka dianjurkan tidak. Lebih baik mereka belajar dari rumah dulu,” pungkasnya. (zul/fat)

  • Bagikan