Tak Gunakan Helm Jadi Pelanggar Terbanyak

  • Bagikan
memantau E-TLE
PANTAU: Anggota Kepolisian tengah memantau E-TLE yang sudah dipasang di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (SYAMSUL HADI/JOGLO JATENG)

KUDUS – Sejak pemberlakuan sistem electronic traffic law enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik pada 23 Maret lalu, pelanggaran lalu lintas yang terekam kebanyakan didominasi pengendara yang tak mengenakan helm. Satlantas Polres Kudus mencatat terdapat lebih dari 50 persen dari total pelanggar.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega mengatakan, pihaknya mencatat jumlah pelanggar yang tak mengenakan helm lebih dari 50 persen. Dari total pelanggar lalu lintas yang tercatat hingga 31 Maret lalu ada 270 pelanggar.

“Data tersebut tercatat sejak diberlakunya E-TLE pada 23 hingga 31 Maret lalu. Pelanggarannya secara umum tidak mengenakan helm, melanggar marka jalan, dan perlengkapan kendaraan tak lengkap,” ucapnya.

Adapun kamera pemantau di Kabupaten Kudus sendri terdapat di lima titik, yakni di traffic light (TL) Pentol Kudus, TL Mejagan Kudus, TL Barongan Kudus, TL Simpang Tujuh Kudus, dan TL DPRD Kudus. Untuk titik-titik lainnya, akan dilakukan pemasangan secara bertahap.

Baca juga:  Penemuan Bayi Perempuan dalam Tas

“Paling banyak terekam pelanggaran lalu lintas itu di TL Mejagan. Pernah dalam sehari tercatat 50 lebih pelanggaran di situ, untuk proses nantinya akan diproses secara bertahap oleh petugas,” tuturnya.

Proses yang dilakukan, lanjutnya, mulai dari penerbitan surat konfirmasi pelanggaran lalu lintas yang disertai foto pelanggar. Setelah itu, akan dikirim ke alamat masing-masing sesuai STNK tertera melalui Kantor POS.

“Jika pelanggar tidak konfirmasi selama waktu yang ditentukan yakni 14 hari setelah menerima surat tersebut, STNK akan diblokir. Nantinya saat mengkonfirmasikan di bagian tilang akan diberikan surat tilang, dan diharuskan untuk membayar denda,” ujarnya. (sam/fat)

  • Bagikan