Fenomena Thrifting di Kabupaten Rembang Mulai Marak

  • Bagikan
Rembang Thrifting Market
PILIH: Pengunjung sedang memilih pakaian bekas pada acara Rembang Thrifting Market, Rabu(7/4). (SHOFWAN ZAIM/ JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Sejumlah kalangan muda di Kabupaten Rembang mulai menggandrungi aktivitas membeli pakaian bekas yang dijual kembali di pasar atau dikenal thrifting. Bahkan sekelompok penjual pakaian bekas telah mendirikan komunitas yang diberi nama Rembang Thrift Market (RTF).

Thrifting sendiri merupakan tindakan membeli barang bekas yang masih layak pakai guna menghemat pengeluaran dan membantu ekologi dengan mengurangi limbah tekstil. Fatchurrahman Febrianto, ketua RTF mengaku mendapat barang bekas melalui media online.

“Rembang thrift market baru berdiri Januari kemarin. Per seller itu beda-beda ya, ada yang dari Kalimantan, Bali dan kebanyakan dari Sumatera. Soalnya emang masuknya barang-barang bekas ini kan lewat jalur perbatasan,” jelasnya.

Febrianto menceritakan alasan kenapa RTF berdiri salah satunya karena memang di luar Rembang sudah banyak sedangkan di wilayahnya belum ada. “Saya aslinya kan kuliah di Semarang, saya ikutan acara beginian ya di Semarang. Karena ada pandemi, saya balik ke Rembang, kuliahnya online. Ya sudah saya dan temen-temen membikin acara kaya gini,” imbuhnya.

Awalnya Febrianto merasa pesimis menjual barang bekas, namun setelah banyak mengedukasi para pembeli dapat dikatakan warga Rembang mulai menerima. Bahkan kegiatan RTF saat ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya. Kegiatan RTF pertama di gelar di depan taman Kartini.

Baca juga:  Kapolda Jateng : Kampung siaga Candi Terbukti berhasil Cegah Penyebaran Covid di Rembang

“Untuk antusiasme di volume pertama, awalnya kita pesimis, banyak orang yang merendahkan barang second, second kok harganya bisa gini, second kok masih di jual. Alhamdulillah kemarin kita bisa mengedukasi dan warga Rembang banyak yang menerima. Banyak yang datang dan beli,” paparnya.

Lebih kanjut Febrianto menjelaskan, untuk pengunjung acara RTF rata-rata di dominasi oleh kalangan anak SMA, selebihnya ada orang tua namun jumlahnya kecil. Untuk harga pakaian bekas sendiri berbeda-beda, mulai dari Rp 50 ribu sampai jutaan.

“Harga relatif sih, disini ada T-shirt, hoodie, tracktop, kemeja, flannel, celana, sepatu lengkap. Nah untuk harga termurah mungkin di T-shirt sih mulai Rp 50 ribuan, kalau Rp 120 ribu dapat tiga gitu. Tapi kalau yang termahal kita sampai satu jutaan, karena ada niai historys nya,” pungkas Febrianto. (cr6/fat)

  • Bagikan