1.000 Lebih Pekerja Film Divaksinasi

  • Bagikan
vaksinasi massal COVID-19
SIGAP: Sebanyak 1.000 lebih pekerja film di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti vaksinasi massal COVID-19 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Rabu(7/4). (ANTARA/JOGLO JATENG)

YOGYAKARTA, Joglo Jateng – Sebanyak 1.000 lebih pekerja film di Daerah Istimewa Yogyakarta menjalani vaksinasi massal Covid-19. Vaksinasi tersebut bertempat di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, kemarin. Seribu lebih pekerja seni bidang perfilman yang mendapatkan vaksin itu mulai dari pemain, ekstras atau figuran, kru, penjaga studio sampai jasa katering.

Sutradara Hanung Bramantyo mengatakan, dengan divaksinasi. kami mendapatkan kepercayaan diri lagi untuk bekerja di lapangan. Sebab selama ini kami masih gamang.

Menurut Hanung, terselenggaranya vaksinasi itu tidak lepas dari jasa sejumlah perwakilan sineas di Jakarta yang meminta dukungan Presiden Joko Widodo untuk menggairahkan kembali dunia perfilman di Tanah Air.

“Presiden Jokowi kemudian memberikan arahan tidak ada yang lain kecuali pemberian vaksin harus disegerakan kepada seluruh pekerja film. Karena itu kami diminta mendata,” ujarnya.

Hanung yang berada di Yogyakarta menyampaikan secara langsung kepada Presiden Joko Widodo saat meninjau vaksinasi seniman dan budayawan di Padepokan Bagong Kussudiardja Bantul pada 10 Maret lalu. Dia mengaku masih ada 1.000 lebih pekerja film aktif di Yogyakarta yang membutuhkan vaksinasi.

Baca juga:  Prioritaskan Pembangunan Jalan Bukit Menoreh

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X selanjutnya meminta Hanung memberikan data pekerja film di DIY. Dari semula berkisar 1.200 orang, akhirnya mengerucut 1.056 orang pekerja film yang siap divaksin beserta anggota keluarga.

“Buat saya ini luar biasa, tanggapan dari pemerintah sangat cepat,” kata sutradara film Bumi Manusia itu.

Menurut dia, para pekerja film di Yogyakarta amat membutuhkan vaksinasi karena diharapkan dapat mengurangi anggaran tes cepat Covid-19 setiap kali produksi film. Terlebih, sebagian besar dari mereka tidak terkait dengan film industri besar dengan anggaran-anggaran yang besar seperti di Jakarta. (ara/zul)

 

  • Bagikan