Dorong Penerapan Digitalisasi Penerimaan Pajak

  • Bagikan
Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Hendriawan
SAMBUTAN: Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Hendriawan saat memberikan sambutan pada acara Rakornas Bapenda Wilayah Jateng-DIY di Hotel Gumaya Semarang, Rabu (7/4). (NANANG/JOGLO JATENG )

SEMARANG, Joglo Jateng – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerjasama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bapenda se-Jateng-DIY. Rakornas yang diselenggarakan di Hotel Gumaya Semarang tersebut membahas soal digitalisasi penerimaan pajak di masing-masing kabupaten/kota.

Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Hendriawan,  mengatakan, digitalisasi penerimaan pajak sudah saatnya menjadi keharusan Bapenda masing-masing kabupaten/kota guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah Pandemi. Menurutnya, hal tersebut sudah saatnya menjadi prioritas program pencanangan pendapatan daerah dari setiap Bapenda yang ada.

“Pelayanan kepada masyarakat dapat dilayani dengan mudah dan efsien, apalagi perkembangan zaman saat ini pelayanan pajak sudah berbasis smartophone,” kata Hendriawan, kemarin.

Ia mencontohkan, Bapenda yang telah menerapkan pelayanan berbasis digital adalah Bapenda Kota Semarang. Ia juga mengapresiasi atas langkah maju yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah.

Baca juga:  Masa Pendaftaran Peserta Pilkada Kota Semarang Diperpanjang

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Kota Semarang, Saryono menjelaskan, digitalisasi pajak merupakan seluruh proses pembayaran dan pelaporan dari wajib pajak langsung kepada bank yang ditunjuk. Sehingga, kata dia, proses itu tidak melalui banyak tahapan yang rumit dan juga meminimalisir kemungkinan terjadinya manipulasi.

“Harapannya begitu wajib pajak bayar, bisa masuk langsung ke kas daerah. Jadi tidak perlu OPD merekap lagi, dengan begitu transparansi dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Bapenda Kota Semarang telah melakukan digitalisasi dengan beberapa inovasi baru. Proses pembaharuan sistem dan mekanisme juga terus dilakukan agar memudahkan masyarakat dalam membayar pajak.

“Realisasi pajak hingga awal bulan April ini mencapai 15 persen. Semoga bisa terus kita tingkatkan dengan mekanisme digital yang kita miliki ini,” tandasnya. (cr2/git)

  • Bagikan