Fokuskan Vaksinasi Lansia pada 6 Daerah Rawan

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang
PAPARAN: Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam saat ditemui awak media di Balai Kota Semarang, belum lama ini. (NANANG/JOGLO JATENG )

SEMARANG, Joglo Jateng – Tahap pertama vaksinasi Covid-19 telah menyasar kepada hampir 200 ribu masyarakat di Kota Semarang. Sementara pada tahap kedua, lima puluh persen vaksin telah disebarkan kepada prioritas masyarakat lanjut usia (Lansia).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, vaksin yang telah didapatkan oleh Kota Semarang saat ini sedang difokuskan pada enam daerah dari enam belas Kecamatan. Enam daerah itu adalah Pedurungan, Tembalang, Banyumanik, Semarang Barat, Semarang Utara, dan Ngaliyan.

Menurutnya, enam daerah tersebut merupakan daerah dengan kasus positif Covid-19 tertinggi di Kota Semarang. Beberapa di antaranya bahkan secara rutin menjadi pelapor kasus positif di wilayahnya.

“Kemarin kita kumpul dan berdiskusi bersama satgas di enam daerah tersebut. Kita tekankan bahwa karena vaksinnya terbatas, maka prioritas di daerah tersebut adalah usia lanjut. Lalu pejabat publik, dan dilanjutkan dengan guru/masyarakat dengan mobilitas tinggi,” kata Hakam, belum lama ini.

Baca juga:  Kapolri Apresiasi Masyarakat Jateng Sukseskan Vaksinasi

Ia menegaskan bahwa vaksin pada hakikatnya tidak dapat mencegah Covid-19 secara langsung, tapi mengurangi rasa sakit dan resiko kematian. Lagi pula, lanjut dia, proses aktifnya antibodi baru terbentuk selama 2 minggu untuk usia muda, dan satu bulan bahkan 40 hari untuk lansia.

Ia juga menekankan kepada masyarakat untuk tidak jumawa ketika telah disuntik vaksin. Ia meminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik karena banyak contoh negara lain yang kasus aktifnya naik lagi disebabkan kelalaian mematuhi protokol kesehatan pasca disuntik vaksin.

“Negara Korea, Filipina, Brazil, India itu kasusnya naik lagi karena lalai setelah vaksinasi. Karena yang paling utama justru protokol kesehatan, vaksinasi adalah bonus,” ungkapnya. (cr2/git)

  • Bagikan