Pensiun, 227 Jabatan OPD Terancam Kosong

  • Bagikan
Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun pada ahli waris ASN Kota Semarang
APRESIASI: Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun pada ahli waris ASN Kota Semarang, di lantai 8 Gedung Moch Ihsan Kompleks Balai Kota Semarang, Kamis (22/04) (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mangadakan kegiatan penyerahan SK pensiun kepada ASN Kota Semarang, Kamis (22/04). Sebanyak tujuh penerima SK pensiun secara simbolis hadir dan secara langsung menerima SK pensiun dari Walikota Semarang.

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, tujuh orang yang hadir tersebut merupakan ahli waris seperti suami, istri, dan anak yang juga menerima dana dari program Taspen. Ia menyebut, apa yang dilakukan Pemkot merupakan upaya apresiasi terhadap ASN di Kota Semarang.

“Mereka mendapatkan jumlah dana bervariasi tergantung lama masa jabatan dan golongan. Ada yang memperoleh Rp 50 juta, Rp 70 juta dan Rp 123 juta. Di mana setiap bulannya, gaji mereka dipotong. Saya berharap dana ini bisa menjadi bekal mereka saat pensiun dan bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata pria yang akrab disapa Hendi tersebut.

Sementara itu, adanya sejumlah ASN di lingkungan pemerintah Kota Semarang yang telah pensiun, membuat beberapa jabatan di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) saat ini menjadi kosong. Data dari Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Semarang jabatan atau kursi yang kosong karena adanya ASN yang pensiun, sebanyak 227 kursi.

Baca juga:  Perekonomian Terdampak, Polda-Kodam IV Bagikan Sembako untuk Warga

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikaan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Setyawati mengatakan, ASN yang pensiun ada dari esselon 2, kepala sekolah, lurah dan staff. Sehingga untuk sementara ini, pihak OPD harus mengisi kekosongan jabatan tersebut dengan menunjuk pejabat pelaksana tugas (Plt).

“Sambil menunggu pelantikan, sehingga baru nanti diperoleh pejabat yang definitif,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap bulan ada puluhan ASN Pemkot Semarang yang pensiun. Hal tersebut sangat berpengaruh pada jabatan kosong di beberapa OPD.

“Dan saat ini ASN di Kota Semarang hanya sekitar 9.000 orang, sedangkan Non-ASN hampir 8.000 orang,” imbuhnya. (cr2/git)

  • Bagikan