Perluas Layanan Digital, Bank Jateng Launching E-KIR di Wonogiri

WONOGIRI – Bank Jateng semakin memperluas layanan digitalnya dengan melaunchingkan e-KIR Pengujian Kendaraan Bermotor.

Launching e-KIR yang dilaksanakan di Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Wonogiri beserta karyawan/karyawati Dishub Wonogiri. Juga Pemimpin Bank Jateng Cabang Wonogiri beserta tim pemasaran Bank Jateng, Kamis (01/04/).

Selamat Idulfitri 2024

Ismiyanto selaku Kepala Dinas Perhubungan Kab. Wonogiri dalam sambutannya mengatakan bahwa program e-KIR pengujian kendaraan bermotor ini dilaksanakan dalam rangka implementasi transaksi non tunai, disamping juga untuk menghindari adanya pungli. Bekerjasama dengan Pemkab Wonogiri, Dinas Kominfo Kabupaten Wonogiri serta Bank Jateng Cabang Wonogiri akhirnya program e-KIR ini dapat terealisasi.

“Terima kasih untuk Bank Jateng yang telah memfasilitasi program e-KIR ini untuk pembayaran non tunai. Kolaborasi yang telah terjalin baik ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Wonogiri. Jadi tidak ada lagi peredaran uang tunai dan yang terpenting retribusi ini akan langsung masuk ke Kas Daerah Kabupaten Wonogiri,” ujarnya.

Para wajib pajak yang akan melakukan uji Kendaraan Bermotor dapat membayar retribusi di Bank Jateng melalui semua counter teller Bank Jateng, Internet Banking Bank Jateng, ATM Bank Jateng, Agen DUTA Bank Jateng serta QRIS. Jadi sekarang dimudahkan, tidak perlu antri cukup datang ke Bank Jateng terdekat.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Wonogiri, Ratna Sulistyawati mengatakan pihaknya akan terus mendukung program-program pelayanan publik dengan terus membangun layanan berbasis digital. Hal ini juga bagian komitmen Bank Jateng untuk mengimplementasikan elektronisasi Transaksi Pemda.

“Semoga dengan terus dikembangkankan layanan pembayaran digital di Kabupaten Wonogiri akan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk bertransaksi non tunai,” ujar Ratna.

Wajib pajak yang datang pada hari itu langsung disosialisasikan dan diarahkan untuk pembayaran dengan non tunai. “SDM yang dibutuhkan untuk mengelola sistem tersebut sudah siap dan sarana pendukungnya juga telah tersedia. Karena ini memudahkan akses masyarakat untuk membayar retribusi kendaraan bermotor, jadi akan terus kita gencarkan sosialisasi kepada masyarakat”, pungkas Ismiyanto.(hms/rds)