Latih Tanggung Jawab Anak dengan Merawat Ayam

  • Bagikan
Seorang anak PAUD menerima sejumlah anak ayam dalam Program "Chickenisasi" TP-PKK Kota Magelang
PENDIDIKAN KARAKTER: Seorang anak PAUD menerima sejumlah anak ayam dalam Program "Chickenisasi" TP-PKK Kota Magelang, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

MAGELANG, Joglo Jateng – Program “Chickenisasi” Tim Penggerak PKK Kota Magelang mengedukasi anak-anak tentang nilai tanggung jawab dan cara pemenuhan protein bagi keluarga. Nilai edukasi dalam program tersebut di mana anak dilatih merawat anak ayam hingga tumbuh menjadi dewasa, sedangkan hasilnya berupa daging ayam yang kaya protein itu bisa dikonsumsi seluruh anggota keluarga.

Ketua Kelompok Kerja II TP-PKK Kota Magelang Siti Banatun Nafiah mengatakan, setelah 45 hari ayam dirawat oleh anak-anak akan terlihat perkembangannya. Selanjutnya dilakukan penilaian untuk mendapatkan pemenang yang akan meraih hadiah.

“Pada program ini anak diberi fasilitas bibit ayam kemudian dirawat sehingga kelak dapat tumbuh untuk dapat dikonsumsi oleh anggota keluarga,” katanya beberapa waktu lalu.

Peserta program ini anak didik di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah itu. Setiap kecamatan mengirimkan enam PAUD, masing-masing lembaga lima anak. Fasilitas diberikan kepada setiap anak, yakni tiga anak ayam beserta kandang berukuran 40×70 sentimeter.

Baca juga:  Tips Aman Berbelanja Online dari Serangan Virus

Hadiah dalam kegiatan itu, berupa piala dan piagam penghargaan untuk peserta dan lembaga PAUD. Penentuan pemenang berdasarkan penilaian, di antaranya kebersihan kandang, ketahanan hidup anak ayam, dan berat ayam.

“Program ini sebagai bahan belajar bagi anak usia dini berupa anak ayam. Harapannya anak-anak bisa merasakan kesenangan karena terlibat langsung memproduksi kebutuhan mereka sendiri,” tuturnya.

sementara itu, Ketua TP PKK Kota Magelang Niken Ichtiaty Muchamad Nur Aziz mengatakan melalui program ini anak diberi tanggung jawab merawat anak ayam sampai usia yang ditentukan serta belajar tentang kasih sayang terhadap makhluk ciptaan Tuhan. Ia mengharapkan kegiatan tersebut memberikan manfaat kepada anak-anak tentang kerja sama dengan peserta lainnya.

“Orang tua bisa juga memberi inovasi dengan memberi nama anak-anak ayam itu,” imbuhnya.(ara/akh)

  • Bagikan