Rapid Antigen Bekas, Digunakan Sejak 2020

  • Bagikan
Penggunaan alat uji cepat bekas di Kualanamu sejak 2020
AMANKAN: Penggunaan alat uji cepat bekas di Kualanamu sejak 2020 (ANTARA/JOGLO JATENG)

MEDAN, Joglo Jateng – Kapolda Sumatera Utara mengatakan bahwa penggunaan alat uji cepat Covid-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang oleh petugas PT Kimia Farma Diagnostik sudah dilakukan sejak Desember 2020. Dalam kasus ini, pihak kepolisian menetapkan lima orang tersangka, masing-masing berinisial PM, DP, SP, MR dan RN.

Salah satu tersangka, yakni PM merupakan Plt Brance Manager Laboratorium Kimia Farma Medan yang berada di Jalan R A Kartini. Dari hasil pengungkapan Ditreskrimsus Polda Sumut, kegiatan daur ulang stik Covid-19 sudah dilakukan sejak Desember 2020.

“Kegiatan daur ulang alat uji cepat Covid-19 oleh kelima orang tersebut dilakukan di laboratorium Kantor Kimia Farma di Jalan R A Kartini Medan. Oleh para pelaku, stik yang sudah digunakan, dikumpulkan. Kemudian dicuci, dibersihkan dan dikemas kembali. Selanjutnya dikirim ke Bandara Kualanamu,” ungkapnya.

Baca juga:  Tak Ada Reshuffle Kabinet Hari Ini

Adapun motif para tersangka melalukan tindak pidana kesehatan tersebut yakni untuk mendapatkan keuntungan. Pihaknya mengamankan barang bukti senilai Rp149 juta dari tangan tersangka. Ditanya mengenai jumlah pengguna layanan tes cepat Covid-19 dengan alat bekas tersebut, dia menyebut masih dalam penyelidikan.

“Estimasi pengguna layanan tes uji cepat Covid-19 di Bandara Kualanamu, mencapai 200 orang per hari. Sampai saat ini, masih akan kita dalami kasusnya,” pungkasnya. (ara/zul)

  • Bagikan