Kades Diminta Segera Cairkan Bantuan Rumah Ibadah

  • Bagikan
Bupati Pati Haryanto
BANTUAN: Bupati Pati Haryanto saat menyerahkan bantuan kepada lembaga keagamaan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (3/5). (ACHWAN A./JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sebanyak 6.996 lembaga keagamaan berupa takmir masjid dan pengurus rumah ibadah lainnya menerima bantuan sosial dari pemerintah Kabupaten Pati. Kepada seluruh kepala desa, Bupati Pati Haryanto meminta agar bantuan tersebut segera diserahkan kepada penerima.

“Tolong segera diberikan kepada yang menerima. Jangan sampai uang bantuan mengendap di rekening kepala desa. Kemudian malah dipinjam, terus mengaku tak ada bantuan dari pemerintah. Jangan sampai begitu ya,” tegasnya.

Bupati mengungkapkan bantuan keuangan kepada pengurus lembaga keagamaan tersebut sudah dilaksanakan selama kurang lebih 9 tahun. Dihitung mulai sejak ia menjabat sebagai Bupati Pati. Kini, total anggarannya mencapai Rp 5,247 miliar.

“Ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ramadan. Dengan tujuan untuk memberikan tali asih kepada lembaga keagamaan yang meliputi takmir masjid ataupun pengelola rumah ibadah lainnya yang ada di wilayah kami,” ungkapnya.

Haryanto berulangkali menegaskan agar bantuan tersebut segera dicairkan dan dibagikan kepada para penerima. Pasalnya, bantuan tersebut dikirimkan melalui rekening kepala desa. Agar segera bisa dipergunakaan dan tak menimbulkan persoalan.

Baca juga:  Dinsos Pati Ancam Tindak Tegas Distributor Curang

Dari tahun ke tahun, bantuan sosial kepada lembaga keagamaan dan rumah ibadah di Kabupaten Pati dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Mulai dari Rp 200 ribu dan kini berlipat hingga mencapai Rp 750 ribu.

Ia juga menyebut khusus untuk bantuan kepada lembaga keagamaan dan guru TPQ, tidak ada refocusing anggaran. Sebagai wujud apresiasi pemerintah kepada para pengajar agama dan pemangku rumah ibadah.

“Kami perjuangkan agar bantuan kepada lembaga keagamaan, guru TPQ, guru Madin, tidak kena refocusing seperti anggaran yang lain. Karena untuk mendidik karakter dan budi pekerti anak-anak kita ya lewatnya dari lembaga-lembaga keagamaan ini,” terangnya.

Melalui lembaga keagamaan tersebut, Haryanto berharap agar pada akhirnya krisis moral yang melanda Kabupaten Pati dapat ditanggulangi dengan membekali ilmu agama yang memadai. Juga terkait melestarikan budaya sopan santun dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua yang kini mulai merosot. (cr4/fat)

 

  • Bagikan