Momentum Memperbaiki Kampus

  • Bagikan
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq. (BESONGO/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sudah setahun lebih dunia pendidikan berhadapan dengan pandemi Covid-19. Selain sebagai musibah, ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari adanya penyebaran virus corona tersebut.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Imam Taufiq merasakan betul hikmah Covid-19 itu. Baginya, perubahan pola belajar selama pandemi, membuahkan ide-ide segar untuk merubah kampus yang dipimpinnya.

“Tentu kita semua berharap agar pandemi ini segera berakhir, tapi hikmahnya juga luar biasa. Anda bisa melihat perubahan yang ada di UIN Walisongo, minimal bangunan fisiknya,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (3/5).

Dari pantauan di lapangan, perubahan paling terlihat berada di kampus 3. Gedung-gedung yang sebelum pandemi belum ada, kini sejumlah gedung baru ada di beberapa titik. Bahkan, rektorat yang sebelumnya di kampus 1 kini berada di kampus 3 dengan bangunan baru.

“Itu belum selesai. Kita masih menyiapkan rencana-rencana baru. Ma’had Walisongo nanti kita tambah lagi,” bebernya.

Menurut Prof Imam, perubahan itu bukan hanya fisik bangunan saja. Sistem pengajaran yang dilakukan dosen juga mengalami perbaikan-perbaikan. Ia menuturkan, awal pandemi beberapa dosen sempat ada yang gaptek dengan kuliah online, tapi kini tidak lagi. Tak hanya itu, pelayanan sistem online juga diterapkan di berbagai sektor. Mulai bimbingan dengan dosen, ujian, peminjaman buku, pengurusan administrasi dan lainnya.

Baca juga:  Jateng Simulasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

“Semuanya sudah terbiasa. Kita merancang bagaimana kualitas kuliah online benar-benar terjaga. Meskipun sistem online tidak bisa mewakili sepenuhnya seperti offline,” ujar Prof Imam yang juga pengasuh Ponpes Darul Falah Besongo itu.

Namun, katanya, yang lebih penting dari itu semua adalah urusan kemanusiaan. Sebab, Prof Imam pernah dihadapkan dengan beberapa civitas akademik yang sempat postif Covid-19. Baginya upaya cepat tanggap merespon kejadian itu sangat perlu dilakukan.

“Alhamdulillah kita dapat melewati itu, kita harus cepat begitu ada yang postif. Kita melakukan tracing, kita upayakan semua, termasuk biayanya ditanggung kampus,” ungkapnya.

Ditanya soal pembelajaran tatap muka, Prof Imam mengaku siap jika sudah diizinkan oleh pemerintah. Namun rencananya, tetap ada pembatasan sehingga tidak semua mahasiswa bisa kuliah tatap muka. “Mungkin nanti hanya angkatan-angkatan tertentu,” katanya.

Ia berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga aktifitas kuliah bisa lebih optimal. Untuk menuju hal itu, pihaknya mengingatkan baik untuk mahasiswa dan dosennya maupun masyarakat luas, agar selalu memperhatikan protokol kesehatan. Baik di lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja, fasilitas umum, bahkan di tempat ibadah. (gih/akh)

  • Bagikan