Razia Tempat Hiburan Malam di Masa Perpanjangan PPKM

  • Bagikan
Para perempuan malam yang terjaring razia gabungan
TERJARING: Para perempuan malam yang terjaring razia gabungan di wilayah Margorejo belum lama ini. (ACHWAN A./JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Polres Pati bersama Satpol PP gencar melakukan razia penertiban tempat hiburan malam di masa perpanjangan PPKM.  Ketika melakukan penyisiran kawasan Lokalisasi Ngemblok Margorejo, mereka menemukan hal miris. Terdapat dua anak belasan tahun yang bekerja di lokasi tersebut.

Kepala Bagian Operasi Kompol Sugino mengatakan, dua anak dibawah umur tersebut berada di lokalisasi bersama ibunya. Setelah dilihat tanda pengenalnya, ketiganya merupakan warga Kabupaten Wonogiri. Ketika dimintai keterangan, mereka mengaku datang ke Pati untuk melamar kerja.

Ketika ditanya soal kemungkinan kejahatan perdagangan manusia, ia belum bisa memastikan. Sebab memerlukan penyelidikan lebih lanjut. “Terkait keberadaan mereka ini perlu diselidiki lebih dalam. Ada banyak kemungkinan yang belum bisa disimpulkan saat ini. Nanti Reskrim yang akan menyelidiki,” pungkas dia.

Kompol Sugino menjelaskan dari hasil razia, pihaknya menjaring puluhan orang. Yakni terdiri atas empat pemilik tempat karaoke, 26 perempuan pemandu karaoke (PK) atau lady companion (LC), serta 36 pengunjung pria. Selain mengamankan puluhan orang, petugas juga menyita 76 botol miras berbagai merek.

Baca juga:  Berkeliaran di Kota Ukir, Satpol PP Jaring 59 Anak Punk dalam Sebulan

Sementara itu Sekretaris Satpol PP Pati Imam Kartiko menambahkan keseluruhan dari mereka yang terjaring telah dibawa ke Markas Satpol PP untuk dimintai keterangan. Kemudian diswab antigen, dan dikenai sanksi denda.

“Kalau hasilnya positif akan kami isolasi sesuai ketentuan. Bagi yang negatif dilakuan penindakan oleh Satpol PP sesuai yang tertulis di Perbup 66,” tambahnya.

Ia mengaku saat ini pihaknya tengah gencar melakukan penertiban. Yakni, terhadap perlanggar Peraturan Bupati (Perbup) 66 tahun 2020 dan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan tempat wisata, tempat hiburan karaoke diinstruksikan untuk tutup selama bulan Ramadan.

Ia menyatakan prihatin karena banyak masyarakat dan para pelaku usaha karaoke yang masih mengabaikan peraturan yang berlaku. Terlebih lokasi karaoke tersebut tak berizin sesuai mestinya.

“Memprihatinkan, apalagi ini kan bulan puasa. Sebelum kami tindak lebih tegas lagi, bagi yang masih berniat membandel tolong berhenti,” pungkasnya. (cr4/fat)

 

  • Bagikan