Pelajar Desa Terpencil Terima Bantuan Internet

  • Bagikan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
ANTUSIAS: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi SD negeri di Desa Growong, Kecamatan Tempuran, guna memberikan bantuan jaringan internet, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

MAGELANG, Joglo Jateng – Para pelajar yang kesulitan mengakses jaringan internet di Kabupaten Magelang mendapat bantuan dari dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Hal ini bermula dari surat yang ditulis oleh siswi SD negeri di Desa Growong bernama Qotrunada (12) kepada gubernur yang menjelaskan daerahnya kesulitan mendapatkan sinyal karena kondisi geografis.

Ganjar mengatakan, Desa Growong, Kecamatan Tempuran tidak bisa menerima sinyal operator jaringan seluler karena berada di antara bukit-bukit. Sehingga menyebabkan para pelajar kesulitan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.

“Saya sebelumnya dikirimi surat oleh kepala sekolah dan salah satu siswi, intinya mereka mengeluhkan sinyal susah saat pembelajaran daring. Saya punya pikiran, inikan Hardiknas ayo kita motoran ke Magelang sambil melihat kondisinya,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan cara itu maka solusi terbaik bisa segera diberikan dan dirinya telah komunikasi dengan Telkom yang siap memasang jaringan internet di desa itu. Ia juga mendatangi pelajar di Desa Growong bertepatan dengan perayaan Hardiknas tahun ini sebab dirinya melihat ada permasalahan yang butuh diselesaikan secara konkret.

Baca juga:  Buku Kamus Sejarah tak Pernah Resmi Diterbitkan

“Dari Telkom mengatakan mau dipasang jaringan Mei ini. Semoga cepat selesai agar anak-anak bisa belajar dengan tenang. Tadi juga ada yang kesulitan tidak punya ‘handphone’, kita bantu,” tuturnya.

Sementara itu, siswi yang akrab disapa Nada menjelaskan, berkirim surat ke Gubernur Ganjar karena sudah kangen bersekolah lagi meskipun masih pandemi Covid-19. Menurutnya, terkadang tugas dari guru yang dikirim melalui aplikasi pesan singkat baru masuk siang atau sore hari, padahal tugas itu sudah dikirim guru pada pagi hari.

“Karena pandemi, jadi belajar daring di rumah, tapi disini susah sinyal, jadi sulit paham saat belajar. Bahkan kadang malam baru terkirim karena sinyal di sini langka sekali. Belum lagi kalau ada tugas yang tidak jelas, mau cari di internet tidak bisa,” imbuhnya.(ara/akh)

 

  • Bagikan