730 Petugas Gabungan Pantau Larangan Mudik

  • Bagikan
Petugas Kepolisian, TNI dan anggota Organisasi Perangkat Daerah
SIAP SIAGA: Petugas Kepolisian, TNI dan anggota Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pemalang sedang melaksanakan apel kesiapan untuk menemantau pelaksanaan larangan mudik, di Halaman Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (5/5). (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Guna menjamin pelaksanaan aturan larangan mudik berjalan dengan lancar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bersama dengan TNI dan Polri menerjunkan 730 petugas gabungan untuk melakukan pengamanan. Personil tersebut terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

Bupati Pemalang Mukti Agung mengatakan, sebelum pelarangan terjadi sudah ada 300 pemudik yang masuk ke Pemalang dan ada kemungkinan terjadi penambahan. Guna mencegah bertambahnya pemudik yang masuk, pihaknya akan melakukan pencegatan di beberapa titik jalur yang dilewati oleh pemudik.

“Kita telah memberikan perintah langsung ke para kades (kepala desa) dan lurah untuk mendirika posko disetiap desa agar semua pemudik yang masuk akan langsung bisa di isolasi,” katanya kemarin.

Pihaknya juga akan menerapkan sanki dan teguran jika terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh pemudik, seperti tidak membawa surat tugas sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, pihaknya juga menyediakan ruang pemerikasaan kesehatan dan isolasi di posko penjagaan.

Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho menjelaskan operasi candi ketupat lebaran akan dimulai 6 sampai 17 Mei dengan pendirian tiga posko di titik-titik rawan masuk pemudik. Walaupun pihaknya sudah melakukan pencegahan dari 22 April sampai 5 Mei dengan pengetatan juga mendata siapa saja yang masuk ke Pemalang.

Baca juga:  Zona Merah, PKKP Kembali Digelar

“Pertama kami mendirikan posko terpadu berada di pintu keluar tol gandulan, kedua Posko pemantauan ada tiga didirikan disemua pintu masuk menuju Pemalang yang menghimbaukan kepara pemudik agar putar balik karena ada pelarangan, yang terakhir pos layanan terpadu yang dibuat di wilayah selatan tepatnya di Randudongkal,” jelasnya.

Terkait penumpang yang tidak turun diteriminal, pihaknya akan melakukan penindakan sekaligus agar bisa dilakukan tes rapid antigen dan jika ada yang positif akan segara dilakukan isolasi. Penumpang ini biasanya naik travel gelap yang bandel tetap melakukan perjalanan walaupun telah ada larangan dari pemerintah pusat.

“Travel gelap ini akan kami tindak penilangan dan untuk penumpang langsung ditutunkan serta akan dilakukan tes rapid antigen ditempat itu juga oleh tenaga kesehatan karena kami telah berkolaborasi dengan sejumlah lintas sektoral tersebut,” imbuhnya.(cr8/akh)

  • Bagikan