DKK Tindaklanjuti Penemuan Limbah Medis

  • Bagikan
Limbah medis B3 yang ditemukan di JPO Ramayana-Taman Bojana Kudus
BERSERAKAN: Limbah medis B3 yang ditemukan di JPO Ramayana-Taman Bojana Kudus dibuang sembarangan, belum lama ini. ()

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menindaklanjuti penemuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), berupa jarum suntik bekas dan alat rapid antigen bekas. Limbah tersebut ditemukan berserakan di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan Taman Bojana-Ramayana.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo mengatakan, limbah medis B3 yang dibuang sembarangan tersebut sangat berbahaya. Dikarenakan dapat menyebabkan lingkungan di sekitar tercemar, selain itu tidak bagus untuk kesehatan masyarakat.

“Jangan coba main-main dengan limbah medis. Karena ini hal berbahaya. Juga ada hukumannya. Kami untuk fasilitas kesehatan (Faskes) sudah koordinasi dan sudah ada TPS limbah, jadi tidak mungkin dari faskes,” ucapnya, kemarin.

Badai juga menyatakan, dalam pembuangan limbah medis ada mekanismenya sendiri tidak asal membuang sembarangan. Pasalnya dalam membuang limbah medis ada pihak ketiga yang mengambil di faskes-faskes di Kudus.

“Entah motifnya seperti apa ini kok bisa ada yang membuang sembarangan. Hal ini harus diperjelas bahkan perlu di usut untuk mengetahui siapa dibalik itu. Karena ini seharusnya jangan dilakukan. Ada UU lingkungan yang mengatur itu dan jika dilakukan bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Sementara itu, Staff Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga DKK Kudus Budiarto mengatakan, pihaknya tetap menindaklanjuti terkait penemuan limbah medis yang dibuang sembarangan tersebut. Sesuai arahan dari Kepala DKK Kudus, untuk menghubungi seluruh faskes dalam pengelolaan limbah medis masing-masing faskes.

“Dalam waktu dekat ini nanti dari personil Kodam yang mengambil limbah medis dari faskes-faskes, tidak lagi pihak ketiga. Sebelumnya yang mengambil pihak ketiga, untuk mengantisipasi hal ini terjadi lagi,” ucapnya saat dikonfirmasi kemarin.

Baca juga:  Pekan Depan, 192 Atlet dan Pelatih di Kudus Divaksin Dosis Kedua

Pihaknya merincikan, total ada 19 puskesmas di Kudus yang sudah di hubungi untuk melaksanakan perintah tersebut. Namun, pihaknya tidak menemukan limbah medis B3 itu pada saat meninjau ke lokasi Senin (7/6) siang.

“Setelah mendapatkan laporan, kami bersama Puskesmas Wergu Wetan sampai di JPO itu tidak ditemukan limbahnya, sudah bersih. Tanya masyarakat yang ada di sekitar pun tidak ada yang mengetahui, entah kemana kami tidak tahu, ini masih melakukan pelacakan,” tuturnya.

Budiarto menegaskan, limbah tersebut dipastikan tidak berasal dari faskes. Pasalnya, seluruh faskes sudah mempunyai tempat pembuangan limbah sementara sebelum diambil pihak ketiga. Serta, pada saat dihubungi tidak ada yang mengetahui limbah medis itu darimana.

“Kami sudah menghubungi semua faskes di Kudus tidak ada yang mengetahui, karena mereka sudah mempunyai tempat sendiri. Diharapkan ya tidak terjadi lagi hal seperti ini, karena bisa membahayakan kesehatan lingkungan masyarakat dan mencemari lingkungan sekitar. Apalagi itu limbah bekas suntikan dan bekas alat tes rapid,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam pengelolaan limbah medis sudah diatur dalam Permenkes Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan di Rumah Sakit. Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015 tentang Fasilitas Pelayanan Kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Serta Permenkes Nomor 18 Tahun 2020 tentang pengolahan Limbah Medis Fasilitas Layanan Kesehatan Berbasis Wilayah. (sam/fat)

  • Bagikan