Hartopo Sebut Fasilitas Penanganan Pasien di Asrama Haji Donohudan Baik

  • Bagikan
Bupati Kudus HM Hartopo
SINERGI: Bupati Kudus HM Hartopo menggelar rapat koordinasi bersama RSU, DKK dan Labkes terkait upaya penanganan Covid-19. (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglojateng.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mempunyai alasan tentang pemberangkatan pasien Covid-19 ke Asrama Haji Donohudan Boyolali. Salah satunya dikarenakan fasilitas untuk penanganan pasien disana yang baik.

Pada Senin (7/6) sore Pemkab Kudus telah memberangkatkan 124 pasien positif Covid-19 untuk menjalankan isolasi mandiri di Donohudan. Pemberangkatan tersebut sudah pada gelombang ketiga. Sebelumnya pada Minggu (6/6) sudah memberangkatkan 92 pasien, sehingga totalnya menjadi 216 orang.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, dipilihnya lokasi isolasi mandiri terpusat itu mempunyai alasan tersendiri. Sebab fasilitas yang dirasa baik. Sekaligus minimnya anggaran penanganan Covid-19 yang dimiliki Pemkab Kudus.

“Di sana tempatnya lebih baik dibanding isolasi terpusat di Kudus. Seperti Rusunawa, Balai Diklat, Graha Muria itu hanya menampung 400 an pasien. Sedangkan, total isoman di Kudus ada 1.200 an bahkan lebih

Pihaknya mengungkapkan harus ada pemusatan di luar daerah dengan kapasitas sekitar 700an, dikarenakan alokasi tempat di Kudus sendiri tidak mencukupi. Serta, fasilitas di tempat-tempat yang disediakan masih banyak keterbatasan.

Baca juga:  Pantau Pelayanan, Hartopo Ngantor di Desa

“Mulai dari sarana prasarana, tenaga kesehatan atau SDM, obat-obatan atau vitamin masih kekurangan kalau di Kudus. Harus ada anggaran yang cukup,” tuturnya.

Hartopo melanjutkan, saat ini anggaran untuk penanganan Covid-19 dirasa mulai menipis. Seperti dana Tak Terduga (TT) atau refocusing sudah dioperasionalkan untuk penanganan dan menipis sekali.

“Semuanya serba terbatas, serba mepet, dana TT sekarang juga sudah tinggal Rp 1 miliar koma sekian. Nanti akan dimaksimalkan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pihaknya merencanakan, untuk dana yang tersisa tersebut akan dimaksimalkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Kretek. Seperti menggencarkan operasi yustisi yang sekarang selalu dilaksanakan. Jika di Asrama Haji Donohudan Boyolali diperkirakan semuanya bisa lebih baik.

“Di sana lebih baik, ada dokter spesialis, dokter umum, fasilitas olahraga, saya kira ya memang lebih baik di sana. Itu yang menganggarkan kan Pemerintah Provinsi (Pemprov), andai saja ada kekurangan juga akan disediakan tempat di Semarang,” pungkasnya. (sam/fat)

  • Bagikan