Batal Haji, Kemenag Tawarkan 3 Solusi

  • Bagikan
Suasana tawaf jelang ibadah haji di tengah pandemi
LENGANG: Suasana tawaf jelang ibadah haji di tengah pandemi, belum lama ini (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jateng, Musta’in Ahmad menyebutkan, sebanyak 29.916 calon jamaah haji di Jawa Tengah tertunda keberangkatannya pada tahun ini. Kepada para jamaah, pihaknya menawarkan tiga solusi terkait dana haji.

Pertama, katanya, seluruh dana jemaah haji dikelola oleh Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) sampai calon haji diberangkatkan pada 2022. Langkah kedua, calon jamaah haji dapat menarik uang sebesar Rp 11 juta, namun tidak kehilangan haknya untuk berangkat haji pada 2022.

“Akan tetapi, jamaah tetap melakukan pelunasan biaya pembayaran sesuai biaya haji di tahun 2022,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Ketiga, lanjut Musta’in, dana haji dapat ditarik semuanya akan tetapi jemaah haji mengundurkan diri dari pendaftaran haji.

Ia mencatat pada Kamis (10/6),  calon jamaah haji yang menarik pelunasannya yaitu ada lima orang di berbagai daerah Jawa Tengah.  Namun, calon jamaah haji yang menarik total semuanya hingga saat ini belum ada. “Dua orang dari Grobogan, satu orang dari Pati, satu orang dari Klaten dan satu orang dari Banyumas,” jelasnya.

Pihaknya juga tidak memaksakan kepada calon jamaah haji dan memberikan kebebasan untuk memilih terhadap solusi yang sudah diberikan. “Dana haji kan uang para jamaah, ya itu hak jamaah untuk menggunakan uangnya. Namun, kami memberikan tiga opsi langkah,” ucapnya.

Baca juga:  Guru Madrasah non- PNS Akan Terima Bantuan

Menurutnya, keputusan pemerintah sudah tepat dalam kondisi pandemi Covid-19. Hal itu dapat dilihat di Indonesia dan Arab Saudi yang sama-sama sedang dilanda musibah Covid-19. “Tentunya keputusan yang pahit bagi para jemaah dan semoga pahitnya dapat menyehatkan jemaah,” ujarnya.

Atas penundaan pemberangkatan haji, ia memberikan pesan kepada masyarakat untuk selalu saling bahu membahu menguatkan moral para jemaah haji yang batal berangkat haji. Tujuan memberikan dukungan kepada jamaah haji tersebut agar jamaah bisa berkonsentrasi melaksanakan ibadah yang lain.

Selain itu, pihaknya juga membuka bagi masyarakat yang sedang ada permasalahan terkait pemberangkatan haji dapat melalui dinas agama se-Jateng, agar ada pendampingan sehingga jamaah tidak ada rasa kecewa. Tidak hanya melalui dinas agama saja, namun bisa melalui bantuan tokoh masyarakat dan kelompok KBIH.

“Bantuan tokoh masyarakat, kelompok KBIH, yang memungkinkan kita bisa berkomunikasi secara luas kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyarankan, bagi masyarakat yang masih ragu, bisa datang langsung ke Kemenag di wilayah masing-masing atau membuka website Kemenag untuk info lebih lanjut. (cr11/gih)

  • Bagikan