Kriteria Pasien yang Dirujuk akan Dievaluasi

  • Bagikan
Salah seorang peserta isolasi terpusat di Kabupaten Kudus
BERANGKATKAN: Salah seorang peserta isolasi terpusat di Kabupaten Kudus, dipersiapkan untuk diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, dengan didampingi petugas medis dengan berpakaian APD, belum lama ini. (SYAMSUL HADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan mengevaluasi kriteria pasien positif Covid-19 yang hendak dirujuk ke Asrama Haji Donohudan Boyolali, untuk isolasi mandiri. Hal itu dilakukan menyusul adanya satu pasien meninggal di sana setelah dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Solo.

Pasien yang meninggal tersebut, diketahui berasal dari Desa Melati Lor, Kecamatan Kota, berusia 63 tahun. “Meninggalnya bukan di asramanya, melainkan di rumah sakit rujukan. Dimungkinkan juga memiliki komorbid,” ucap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Mas’ud, kemarin.

Ia melanjutkan, Pemkab sebenarnya sudah mengevaluasi Standard Operasional Prosedur (SOP) pasien yang bisa diberangkatkan untuk isolasi terpusat tersebut. Seperti ibu hami yang dilarang untuk diikutkan untuk berangkat ke Asrama Haji Donohudan.

“Kami sebenarnya telah mengevaluasi bagaimana SOP pemberangkatan pasien itu. Namun, adanya kejadian ini menjadikan rujukan kami guna kembali mengevaluasi SOP itu,” tuturnya.

Namun, poin dalam mengatur batasan usia pasien Covid-19 yang diisolasi ke Donohudan memang belum diatur. Walau begitu, kriteria pasien yang diperbolehkan dibawa ke sana adalah pasien tanpa gejala atau bergejala ringan.

Baca juga:  6 Desa Diusulkan Jadi Desa Warisan Sejarah

“Ketika pasien itu bergejala ataupun tak bergejala tapi tidak mampu mengurusi dirinya sendiri, maka dibatalkan keberangkatannya. Intinya yang diisolasi yang masih bisa mengurus diri sendiri. Nanti kami lakukan skrining dengan poin ini,” terangnya.

Ia juga memastikan semua lini kini berupaya semaksimal mungkin dalam mengatasi kasus Covid-19 di Kota Kretek. Maka dari itu, pihaknya turut meminta partisipasi masyarakat dalam mencegah penularan.

“Dengan apa, dengan menerapkan pola hidup bersih, sehat, dan tetap patuh prokes,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, seorang pasien Covid-19 asal Desa Melati Lor, Kecamatan Kota (63) yang dibawa ke Asrama Haji Donohudan Boyolali meninggal dunia pada Kamis (10/6). Sebelum meninggal pasien dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Solo, untuk menjalani perawatan. Jenazah pasien pun dibawa pulang dan akan diurus oleh Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kudus untuk disemayamkan. (sam/fat)

  • Bagikan