Bantu Penanganan Covid-19, 220 Brimob Nusantara Diterjunkan

  • Bagikan
penyemprotan disinfektan yang dilakukan Brimob Nusantara
SEMPROT: Kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan Brimob Nusantara sebagai upaya menurunkan angka penularan Covid-19 di Kudus. (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglojateng.com – Dalam membantu penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus, ratusan Brimob Nusantara diterjunkan. Mereka didatangkan dari Kelapa Dua Mabes Polri, Brimob Polda DIY, dan Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng). Upaya penyemprotan disinfektan di sejumlah wilayah Kota Kretek dilakukan pada Jumat (11/6).

Dansatgas Aman Nusa II Covid-19 Korps Brimob Polri BKO Jateng Kompol Octorolas Simbolon mengatakan, penerjunan Brimob tersebut tak lain untuk membantu penanganan Covid-19 di Kudus. Tugas yang dijalankan pun, beberapa melaksanakan penyemprotan disinfektan, membantu melaksanakan 3T, hingga penegakkan operasi yustisi.

“Hari ini kami dari jajaran Brimob diperbantukan melakukan beberapa kegiatan di Kudus, upaya memutus penyebaran Covid-19. Salah satunya penyemprotan disinfektan di sejumlah wilayah yang masuk zona merah,” ucapnya.

Penyemprotan sendiri, lanjutnya, serentak untuk mengerahkan semua unit. Sementara unit lainnya, dikerahkan penyemprotan disinfektan dan asistensi di Rusunawa.

Baca juga:  Tercatat ada Sebanyak 362 Pelanggar PPKM Darurat

“Selama tujuh hari ini sudah ada enam kecamatan yang kami semprot desinfektan. Beberapa kecamatan itu mulai dari Kecamatan Dawe, Jati, Kaliwungu, Jekulo, Gebog, Kota dan Bae,” terangnya.

Sementara terkait jumlah personil yang terlibat dalam kegiatan tersebut, sekitar 220 an personil yang dikerahkan. Dari Kelapa Dua Mabes Polri berjumlah 59 personil, Brimob Polda DIY 55 personil, lainnya dari Brimob Jateng.

“Tugas kami di sini membantu secara masif menurunkan angka Covid-19. Hasilnya agar penularan Corona ini bisa dikendalikan. Sekaligus agar masyarakat bisa segera sadar,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan itu, paparan Covid-19 tidak semakin melebar luas. Serta tidak terjadi kontaminasi silang. “Yang terpapar jumlahnya menurun, yang sembuh tambah banyak,” pungkasnya.(sam)

  • Bagikan