Disidak, 4 Pasien belum Terlayani

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
SIDAK: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak ke RSUD RA Kartini di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Selasa (15/6). (ANTARA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapati empat pasien yang tidak terlayani mengantre di depan instalasi gawat darurat saat melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini, Kabupaten Jepara, Selasa. Dia mengatakan,  jika tidak punya ruangan kosong, sebaiknya langsung cari rujukan ke rumah sakit lain.

Ganjar memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo yang mendampinginya melakukan inspeksi untuk menelepon rumah sakit terdekat, RSUD Rehatta Kelet. Yakni untuk membantu pasien yang belum terlayani.

“Saya minta, pasien yang belum tertangani di RSUD RA Kartini dibawa ke RSUD Rehatta Kelet. Di sana, masih tersedia 30 kamar tempat tidur pasien,” ujarnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD RA Kartini diminta turun langsung mengurusi pasien yang belum terlayani. Termasuk menyiapkan ambulans untuk pasien.

Semula ada lima pasien yang mengantre di depan instalasi gawat darurat RSUD RA Kartini. Namun satu di antaranya kemudian difasilitasi pindah ke rumah sakit lain.

Empat pasien yang masih antre selanjutnya dimasukkan ke ruang rawat inap RSUD RA Kartini karena tiga di antaranya punya kemungkinan tertular Covid-19. Sedangkan satu orang lagi sudah dikonfirmasi terserang Covid-19.

Saat Gubernur melakukan inspeksi mendadak di RSUD RA Kartini, beberapa anggota keluarga pasien Covid-19 juga mengeluhkan lambatnya pelayanan pengurusan jenazah. Satu keluarga mengaku harus menunggu sampai sembilan jam untuk untuk    pemulasaraan jenazah anggota keluarganya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD RA Kartini Bambang Dwipo mengatakan, sebanyak 35 tempat tidur untuk rawat inap pasien Covid-19 pada Senin (14/6) malam penuh. Pada Selasa, pengelola rumah sakit menyiapkan tambahan 20 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

“Rencana kami, penambahan tersebut baru dibuka pada siang hari setelah semuanya siap. Kami memang kekurangan SDM karena banyak yang terpapar,” jelasnya. (ara/zul)