Siapkan Rumah Sakit Rujukan Covid-19

  • Bagikan
ANTISIPASI: Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz (kanan) meninjau RSUD Budi Rahayu yang akan dijadikan tempat rujukan penanganan pasien Covid-19 Kota Magelang, Kamis (15/7). (ANTARA/JOGLO JATENG)

MAGELANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah menyiapkan RSUD Budi Rahayu menjadi rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19. Hal itu diupaakan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien terinfeksi virus corona baru tersebut.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr. Intan Suryahati mengatakan, pemanfaatan rumah sakit itu untuk menggantikan rumah sakit darurat di lapangan tenis “indoor” Moncer Serius. Menurutnya, lapangan tersebut sebelumnya difungsikan sebagai instalasi gawat darurat (IGD).

“IGD Darurat di Komplek Gelora Sanden kita pindahkan ke RS Budi Rahayu. Fungsinya tidak hanya IGD, tapi juga rawat inap, sehingga menjadi rumah sakit rujukan Covid-19,” ujarnya.

RSUD Budi Rahayu berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo Kota Magelang. Rumah sakit lainnya di daerah itu yang menangani pasien terinfeksi virus corona, antara lain RSUD Tidar, RST dr. Soedjono Magelang, RSJ Prof Dr Soeroyo Magelang, RS Harapan dan RS Lestari Raharja.

Baca juga:  Sempat Melarikan Diri, Polres Magelang Akhirnya Tangkap Pelaku Pembacokan di Ngadiwongso Magelang

Intan menjelaskan, untuk mendukung peranan sebagai RS rujukan pasien Covid-19, RSUD Budi Rahayu menambah 16 tempat tidur (TT). Sebelumnya kapasitas di bekas rumah sakit bersalin itu, 40 tempat tidur, sehingga saat ini total menjadi 56 tempat tidur.

“Yang sebelumnya karantina atau isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) di Budi Rahayu, kita pindahkan di tempat isolasi yang ada, diantaranya Hotel Borobudur, Hotel Safira, dan Poltekkes. Semoga dengan tambahan rumah sakit rujukan ini bisa menangani pasien Covid-19 yang kasusnya sampai saat ini masih cukup tinggi,” jelasnya.

Wali Kota Muchamad Nur Aziz menyatakan, pemanfaatan RSUD Budi Rahayu sebagai RS rujukan merupakan upaya pemkot melayani pasien Covid-19 sebaik mungkin.. Dia menyebut lonjakan kasus aktif Covid-19 di daerah setempat memang tinggi selama beberapa pekan terakhir. Sehingga RS rujukan yang ada tidak mampu lagi melayani pasien baru. (ara/zul)

  • Bagikan