Pemerintah Diminta Perhatikan Biro Wisata

  • Bagikan
Ketua Perhimpunan Biro Wisata Sekaresdidenan Banyumas (Pabemas) Kardiyo
Ketua Perhimpunan Biro Wisata Sekaresdidenan Banyumas (Pabemas) Kardiyo Saat Ditemui Pada Kamis (29/7). (NR SIDIQ / JOGLO JATENG)

PURWOKERTO, Joglo Jateng – Pelaku usaha perjalanan wisata di Banyumas meminta agar Pemerintah memperhatikan jenis usahanya, sebab sejak adanya pandemi 1,5 tahun lalu usaha di bidang wisata sangat berdampak. Bahkan sudah banyak yang menutup usahanya karena tidak mendapatkan penghasilan karena adanya aturan PPKM dan sejenisnya.

Ketua Perhimpunan Biro Perjalanan Wisata se-eks Banyumas, Kardiyo mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa ketika pemerintah memberlakukan aturan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Sejak adanya pandemi teman-teman kita dari biro wisata harus bekerja keras agar usahanya tetap bertahan walaupun tidak mendapatkan penghasilan sama sekali. Kita harus mencari jalan keluar karena hal tersebut bukan hanya urusan saya pribadi, namun kita harus berfikir untuk membayar gaji karyawan kami,” terangnya saat ditemui pada Kamis (29/7).

Baca juga:  Puncak Arus Balik, Tambahkan Tes GeNose

Kardiyo menambahkan, situasi dan kondisinya bersama teman-teman biro semakin parah semenjak pemberlakuan PPKM darurat. Ia sangat berharap ada kepedulian dari pemerintah.

“Situasi yang sulit ini semakin membuat kami harus merumahkan karyawan, mari kita bersatu untuk mencari makan di dunia pariwisata. Sebab selama dua tahun tidak ada pendapatan sama sekali. Kepada pemerintah kami ingin hidup, kami akan mempergunakan aturan yang berlaku termasuk prokes ketat pencegahan Covid-19,” katanya.

Sebagai bentuk protes, beberapa hari lalu anggota Pebemas, pemilik perusahaan otomotif dan pelaku wisata lainnya di Banyumas melakukan aksi damai dengan berkeliling wilayah Banyumas mempergunakan bus dengan mengibarkan bendera putih. Akibat adanya kebijakan PPKM darurat dan dilanjutkan PPKM Level 4. (cr9/gih)

  • Bagikan