11 Varietas Padi Dikenalkan kepada Petani

  • Bagikan
KENDALIKAN: Kegiatan evaluasi dan panen padi pada lahan demfarm milik Gapoktan Tani Maju, Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Tengah memperkenalkan 11 varietas padi kepada petani di Desa Karangduren, Kabupaten Banyumas. Yakni melalui kegiatan demonstrasi farm (demfarm) pada lahan seluas 10 hektare milik Gabungan Kelompok Tani “Tani Maju”.

Penyuluh BPTP Jateng Sherly Sisca Piay mengatakan, ada 11 varietas yang pihaknya tanam di lahan demfarm ini. Baik varietas padi khusus maupun varietas padi spesifik lokasi. Dalam hal ini, kata dia, varietas padi khusus yang ditanam terdiri atas Nutri Zinc, Baroma, Pamelen, Jeliteng, dan Tarabas. Sedangkan varietas padi spesifik khusus meliputi Inpari 32, Inpari 42, Inpari 43, Siliwangi, Cisaat, dan Digdaya.

Menurut dia, varietas padi khusus tersebut tergolong kaya manfaat seperti varietas Nutri Zinc yang dikembangkan untuk mendukung penanggulangan stunting (tengkes). Sedangkan varietas Jetileng yang merupakan persilangan ketan hitam dan Pandan Wangi Cianjur. “Seluruh varietas padi ini dikembangkan oleh Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Kementerian Pertanian,” katanya menjelaskan.

Baca juga:  Kumpulkan Jelantah untuk Bantu Keluarga Pasien Covid-19

Terkait dengan perlakuan terhadap benih, dia mengatakan pihaknya menggunakan pupuk hayati (Agrimeth) dan insektisida berbahan aktif Fipronil. Menurut dia, hal itu dilakukan karena lahan sawah yang digunakan untuk demfarm tersebut pernah dieksploitasi untuk industri bata merah, sehingga memerlukan perlakukan khusus.

“Sistem tanamnya menggunakan jajar legowo (jarwo) 2:1 dan ditanam dengan mesin transplanter. Untuk pemupukannya menggunakan phonska 300 kilogram per hektare, urea 200 kilogram per hektare, dan kompos 500 kilogram per hektare. Sedangkan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman menggunakan bio protector atau pestisida nabati dan pestisida kimiawi dengan prinsip pengendalian hama terpadu,” terangnya. (ara/zul)

  • Bagikan