Kelo Mrico Khas Rembang, Pedasnya Memanjakan Lidah

Kelo Mrico ikan jambal
LEZAT: Salah satu karyawan Bu Warsih sedang memperlihatkan ikan jambal, belum lama ini. (SHOFWAN ZA’IM / JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Kabupaten Rembang terkenal sebagai daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut Jawa. Garis pantainya kurang lebih 60 kilometer. Wajar jika berbagai hasil olahan laut banyak dijumpai di Rembang. Tak terkecuali kelo mrico atau sayur mrico yang sudah tak terbantahkan kelezatannya.

Salah satu warung ternama yang menjual sayur mrico di Rembang adalah warung Bu Warsih. Warung yang beralamatkan di Jl. Pemuda, Rambutmalang, Kecamatan Rembang itu sudah buka selama 20 tahun lebih. Wajar jika selalu ramai tiap harinya.

Warsih, pemilik warung yang kini usianya menginjak 67 tahun menceritakan, masakan mrico adalah masakan ikan Jambal atau ikan Manyung. Diantara masakan yang ada, kelo mrico memang menjadi favorit pengunjung.

Baca juga:  Kimbab dan Sushi Warnai Kulineran Jepara

“Proses pembuatan sayur mrico, pertama kita harus memilih ikan jambal yang segar juga besar. Kalau saya sudah punya langganan nelayan yang khusus mencari ikan jambal. Bobot minimal ikanya harus 10 kilo,” jelas Warsih.

Setelah ikan jambal dipotong, menurut Warsih bagian yang paling enak dan dipercaya mempunyai khasiat kesehatan itu bagian kepala. Harganya juga paling mahal. Satu porsi kepala manyung dipatok harga 50 ribu. Kalau dagingnya satu porsi 20 ribu.

Warsih menambahkan, selain bumbu rempah lengkap yang didominasi oleh merica, kelezatan kelo mrico dihasilkan dari pepaya muda. Menurutnya pepaya muda sangat cocok dipadukan dengan ikan manyung.

Baca juga:  Cuaca Panas, Es Doger Barakuda Laris Diserbu Pembeli

Saat ini warung Bu Warsih tiap harinya menghabiskan 10 Kg ikan jambal. Sebelum pandemi bisa sampai 30 kilo. Sedang dampak dari PPKM, Warsih terpaksa memberhentikan empat karyawan lantaran pengunjung warungnya menyusut. Saat ini Warsih dibantu tiga orang untuk berjualan.

Kelo mrico sebenarnya merupakan masakan rumahan di pesisir pantai utara seperti Pati, Rembang, Lasem, dan Tuban. Akan tetapi jika kita menyebut kelo mrico, maka orang-orang akan langsung tertuju pada Rembang. Hal ini karena masakan ini begitu melekat dengan ingatan orang yang melewati jalur pantura Rembang.

Baca juga:  Guncang Lidah dengan Rica-rica Entok

Sementara itu, Muhammad Afi (45) salah satu pengunjung warung Bu Warsih menganggap kelo mrico memang punya citra rasa pedas tersendiri. Paduan bumbu rempah yang kuat dan rasa daging ikan laut segar membuat lidah merasa selalu dimanjakan.

“Ini termasuk makanan favorit sih, pedas gurihnya saya suka. Kalau ke Rembang belum lengkap kalau belum makan kelo mrico,” jelasnya. (cr6/zul)