Kasus Menurun, Ketaatan Prokes Ikut Turun

  • Bagikan
pasar tradisional di Kudus
INGATKAN: Pengunjung di salah satu pasar tradisional di Kudus saat diingatkan akan prokes, beberapa waktu lalu. (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus saat ini semakin mengalami penurunan. Namun disisi lain, ketaataan masyarakat akan protokol kesehatan (Prokes) juga ikut menurun.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, kepatuhan masyarakat Kudus akan prokes juga ikut mengalami penurunan. Padahal, pada Juni lalu ketika kasus positif Covid-19 sedang tinggi, ketaatan prokes meningkat.

“Saat Kudus sedang tinggi-tingginya kasus Covid-19, kedisiplinan akan prokesnya itu sangat luar biasa. Tapi sekitar Juli, Agustus ini memang agak cenderung berkurang atau menurun,” ucapnya.

Menurutnya, berkurangnya tingkat kedisiplinan prokes ini disebabkan karena sebagian masyarakat ada yang merasa aman ketika sudah suntik vaksin. Oleh karena itu, tujuan vaksinasi harus bisa dimengerti. Yakni untuk membentuk antibody. Sehingga jika terpapar tak mempunyai gejala yang berat.

Baca juga:  Satu Warga Pati Positif Covid-19 Dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo

“Kami akan terus mengadakan operasi yustisi. Terutama di kawasan desa-desa, sampai setiap RT harus betul-betul dipantau. Jadi, jika ada warganya yang selalu keluar tak pakai masker ya harus diingatkan,” tuturnya.

Sementara itu, dilihat di data laporan corona.jateng.go.id, Kudus sudah tidak berstatus zona merah. Angka kematian sendiri yang bisa dikatakan sangat rendah juga bisa untuk membuktikan bahwa sudah bisa keluar dari zona merah.

Alhamdulillah, Kudus bisa keluar dari zona merah Covid-19. Kalau dilihat dari tiga indikator, seperti jumlah kasus positif, angka kematian, dan jumlah keterisian rumah sakit Kudus sangat rendah. Kasus aktif tinggal seratusan, kematian dalam sehari hanya satu dua bahkan pernah nol juga, keterisian tempat tidur di rumah sakit secara kumulatif di kisaran 10-11 persen,” jelasnya. (sam/fat)

  • Bagikan