Problem Solving Matematika Lebih Solutif Kreatif dengan GDL

Oleh: Didik, S.Pd.
Guru SD Negeri 35 Sulang Betung

PROSES Akulturasi Pendidikkan sebagai  proses pembudayaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sekaligus sebagai pemberdaya dan pembentuk karakter bangsa yang akan terus memegang peranan yang sangat fundamental dalam menjamin peningkatan kualitas dan martabat bangsa. Sebagai suatu bagian dari kehidupan manusia, pendidikan adalah suatu hal yang mutlak dan perlu yang idealnya tidak hanya berorientasi pada persoalan masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan proses yang mengantisipasi dan membicarakan masa depan. nDalam kehidupan sehari-hari disadari atau tidak, manusia selalu dalam kondisi belajar. Hal ini disebabkan oleh sifat manusia yang selalu ingin tahu dan berkeinginan untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Apalagi dalam mengarungi era kompetitif sekarang ini, pendidikan menjadi suatu kebutuhan yang keeksistensiannya akan terus berpola dan berdinamisasi menurut tuntutan zaman sehingga manusia akan selalu dituntut mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, baik secara lahiriah maupun rohaniah berdasarkan cerminan nilai-nilai kebenaran yang diakui dalam masyarakat.

Selamat Idulfitri 2024

Dengan belajar, manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu seperti tingkah laku yang berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia adalah hasil dari belajar. Karena itu, belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan Sekolah Dasar khususnya berfungsi menanamkan kemampuan dan keterampilan dasar untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat selanjutnya maupun memberi bekal kemampuan kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat, bakat, dan kondisi lingkungan. Keberhasilan pendidikan di sekolah dasar sangat menentukan keberhasilan pendidikan di tingkat selanjutnya. Untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan tersebut, kegiatan pembelajaran di sekolah dasar harus dilaksanakan dan diterapkan secara optimal. Hal ini berlaku untuk semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah dasar, termasuk pada mata pelajaran matematika.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pembelajaran SD akan lebih berpengaruh pada siswa saat menghadapi tingkatan yang lebih tinggi. Pada hakikatnya pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga peserta didik memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari. Pembelajaran matematika adalah kegiatan belajar dan mengajar yang mempelajari ilmu matematika dengan tujuan membangun pengetahuan matematika agar bermanfaat dan mampu mempraktekkan hasil belajar matematika dalam kehidupan sehari-hari kemampuan siswa dalam mempelajari jarak, waktu dan kecepan masih sangat kurang. Hasil observasi  di SD Negeri  35 Sulang Betung yang dilakukan diperoleh data yaitu: (1) Guru masih monoton dalam menyampaikan pembelajaran, belum ada variasi model pembelajaran; (2) Siswa hanya diberikan latihan-latihan soal dan mencatat materi yang dijelaskan guru; (3) Kelas kurang kondusif karena pembelajaran dilaksanakan di kelas yang terpisah.Siswa kurang paham saat mengaitkan antara penggunakan waktu terhadap jarak atau pengguaan waktu terhadap kecepatan suatu benda atau objek yang bergerak.

Proses pembelajaran berlangsung masih kurang variatif, penggunaan media yang kurang menarik. Guru masih menggunakan pembelajaran yang kurang tepat dalam menyampaikan materi sehingga membuat siswa merasa bosan dan tidak bersemangat. Banyak siswa tidak memperhatikan guru saat memberikan materi dan terdapat beberapa siswa yang belum memahami materi tetapi tidak mau bertanya. Selain itu, pada proses pembelajaran berlangsung siswa terlihat kurang aktif hal ini terlihat dengan adanya siswa yang tidak mau mencatat, siswa kurang merespon pertanyaan yang diberikan guru. model Guided discovery learning merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis kegiatan, penemuan dan siswa lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit jika mereka saling mendiskusikan masalah tersebut dengan temannya.Model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat berpengaruh terhadap kualitas proses belajar mengajar yang dilakukanya. Oleh karena itu guru harus bisa memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Penggunaan model pembelajaran ini senanda dengan penelitian yang dilaksanakan Asri dan Noer (2015) menyatakan model pembelajaran guided discovery learning dapat merangsang kreativitas siswa dan membantu siswa dalam menemukan pengetahuan yang baru, sehingga siswa menjadi aktif dalam mengikuti pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran matematika. Pada proses pembelajaran ini terjadi interaksi antara guru dan peserta didik yang menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan namun serius dan diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran Konstektual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Respon siswa terhadap model pembelajaran Guided Discovery Learning positif, siswa menyatakan senang belajar materi jarak, waktu dan kecepatan dengan model pembelajaran Guided Discovery Learning, siswa lebih mudah memahami materi jarak, waktu dan kecepatan, siswa juga mau jika materi lain diajarkan dengan pembelajaran Guided Discovery Learning.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Dengan diterapkan model pembelajaran Guided Discovery Learning, siswa dapat lebih bersosialisasi dengan baik dengan teman kelompoknya maupun teman sekelasnya, keaktifan dalam proses pembelajaran berkembang sehingga menjadikan proses pembelajaran tersebut menjadi hidup dan proses pembelajaran tidak hanya terfokus satu arah melainkan kesemua arah. Melalui pembelajaran Guided Discovery Learning siswa dapat memahami pokok-pokok dalam pembelajaran dan siswa dapat merangkum hasil pembelajaran mereka sendiri. Serta siswa dapat berinteraksi dengan teman kelompok dan menemukan jawaban dari permasalahan yang diberikan. Sehingga siswa lebih mandiri dalam memahami dan mencerna bahan ajar yang diberikan.Model pembelajaran Guided Discovery Learning dapat dipakai guru untuk mengembangkan keaktifan siswa, baik secara perorangan maupun kelompok.

Prinsip model guided discovery learning menuntut guru untuk aktif dan kreatif memberikan contoh-contoh yang mampu merangsang siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, dan menyimpulkan pembelajaran ketika siswa telah mampu mendeskripsikan serta menemukan pola hubungan dari konsep yang telah diajarkan guru. Selain itu siswa dituntut untuk aktif bertanya, mengemukakan pendapat, dan aktif menjalankan instruksi atau arahan yang diberikan guru pada saat proses pembelajaran, sehingga apa yang siswa laksanakan akan terarah dan tujuan pembelajaran mudah tercapai. Prinsip pelaksanaan model guided discovery learning ini sangat cocok untuk di implementasikan dalam pembelajaran matematika, khususnya dalam pemecahan masalah matematika yang memerlukan proses dan langkah-langkah sistematis. (*)