Kombinasi Metode Belajar, Bantu Siswa Lebih Fokus

  • Bagikan
guru SD 2 Barongan
ILUSTRASI: Salah seorang guru SD 2 Barongan, saat melakukan pembelajaran secara daring melalui aplikasi zoom meeting, belum lama ini. (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam menghadapi situasi pandemi, sekolah perlu berimprovisasi dalam memberikan materi kepada siswa. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum, jika kebanyakan siswa mengalami penurunan motivasi dalam belajar di masa pandemi.

Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Barongan mengambil inisiatif untuk membuat inovasi dalam penyampaian materi. Tujuannya agar siswa lebih fokus dan lebih termotivasi saat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kepala SDN 2 Barongan Noor Afthina menyebutkan, metode pembelajaran yang diterapkan adalah dengan metode campuran. Yakni dengan memberikan selingan pada saat penyampaian materi.

“Agar siswa tetap bisa fokus menyimak materi yang disampaikan guru, maka pemberian materi dibarengi dengan intermezzo. Jadi tidak terlalu tegang dan terus-terusan serius. Dibarengi dengan candaan ringan, supaya anak tidak stres. Dengan begitu anak lebih termotivasi,” jelasnya.

Meski demikian, selingan dalam pelajaran diberikan sesuai kadarnya. Bukan berarti dibebaskan untuk terus bercanda satu dengan lainnya. Guru tetap memantau dan membimbing siswa, saat pembelajaran berlangsung.

Baca juga:  Agustina Wilujeng: Pembelajaran Sejarah Pahlawan Perempuan Masih Kurang

“Jadi selingan diberikan ketika anak sudah terlihat letih menatap layar smartphone mereka. Untuk me-refresh kembali mood mereka. Metode campuran ini digunakan untuk kelas tinggi, mulai dari kelas IV, V dan VI. Karena beban materi yang mereka dapat lebih berat. Dibandingkan adik kelas mereka,” terangnya.

Bagi siswa kelas I, II dan III pembelajaran dilakukan dengan melibatkan wali murid. Maksudnya adalah, orang tua atau wali ikut berperan aktif dalam membantu tugas guru. Karena pada usia tersebut, perlu pendampingan ekstra. Agar materi yang disampaikan bisa diterima.

Sementara itu, dalam penerapan metode belajar campuran. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah keluhan orang tua murid, terkait borosnya kuota yang digunakan.

“Kebanyakan pembelajaran dilakukan menggunakan zoom meeting, jadi memang lebih boros kuota. Mereka yang komplain juga bukan hanya dari kalangan menengah ke bawah saja, tapi juga kalangan atas. Meski begitu, pembelajaran tetap harus dilaksanakan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (abd/all)

  • Bagikan