Progres Tol Semarang-Demak Capai 41,63%

  • Bagikan
Tol Semarang-Demak seksi dua (Sayung-Demak)
KONDISI: Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak seksi dua (Sayung-Demak), belum lama ini. (HUMAS / JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Pembangunan jalan bebas hambatan atau Tol Semarang-Demak seksi dua telah mecapai 41,63 %. Jalan tol seksi dua dari Sayung ke Demak ini memiliki panjang 16, 31 KM.

Humas PT PP Jalan tol Semarang-Demak Robby Suwarna menjelaskan, pembangunan jalan tol Semarang-Demak ini terbagai ke dalam dua seksi. Seksi pertama Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 km, porsi pemerintah dengan kebutuhan biaya Rp10,56 triliun. Sementara, seksi dua (Sayung-Demak) sepanjang 16,31 km porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

“Alhamdulillah seksi dua telah mencapai 41,63 % dan targetnya dapat selesai tahun 2022. Sementara untuk seksi satu, masih dalam proses lelang dan direncanakan akan mulai konstruksi pada Januari 2022 serta ditargetkan selesai November 2024,” terangnya melalui aplikasi pesan singkat, akhir pekan lalu.

Ia menuturkan, nantinya, jalan tol ini akan memiliki dua buah simpang susun (SS). Yakni SS Sayung dan SS Demak. Sementara, konstruksi tol Semarang-Demak menggunakan produk dalam negeri berupa beton precast yang diproduksi oleh PT WIKA Beton.

Baca juga:  Konflik Belum Usai, Proyek Tol Diminta Ditunda

“Seluruh kontruksinya betul-betul produksi dalam negeri sendiri,” ujarnya.

Robby mengungkapkan, pembangunan tersebut sesuai dengan tujuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk terus melaksanakan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Ini sebagai sarana peningkatkan pelayanan dasar dalam mendukung perwujudan yang layak, produktif, dan berkelanjutan.

Pembangunan infrastruktur, lanjutnya, diutamakan di daerah yang akan membuka akses baru atau untuk mempermudah akses. Kemudahan akses tersebut nantinya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan pariwisata di suatu wilayah.

“Kehadiran jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut Kota Semarang tersebut diharapkan akan mendukung pertumbuhan pusat ekonomi baru di Provinsi Jawa Tengah,” paparnya. (aji/gih)

  • Bagikan