Kapolda Jateng: Pelanggar Lalu Lintas Menurun

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi
KETERANGAN: Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memimpin Apel Operasi Patuh Candi 2021 di Halaman Mapolda Jateng, Senin (20/9). (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng –  Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebutkan bahwa terjadi penurunan pelanggaran lalu lintas pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan pelanggaran lalu lintas yakni terdiri tiga hal, yaitu jumlah tilang dan jumlah teguran yang diberikan kepada para pelanggar.

Ia memaparkan, pada 2020 sebanyak 733.799 pelanggaran terjadi. Sedangkan pada 2021 semester 1 mengalami penurunan menjadi 90.035 pelanggaran. “Pelanggaran itu menurun sebesar 88 persen,” ujarnya saat hadir dalam kegiatan Apel Operasi Patuh Candi tahun 2021 di Halaman Mapolda Jateng, Senin (20/9).

Baca juga:  Siap Kawal Proses Pendidikan Taruna Akpol

Luthfi menuturkan, jumlah tilang juga mengalami penurunan mencapai 84 persen. Pada 2020 sebanyak 471.523 lembar tilang telah diberikan kepada para pelanggar.

Selain itu, kata dia, jumlah tilang pada 2021 turun menjadi 73.958 lembar.  Kemudian teguran juga mengalami penurunan sebanyak 94 persen. “Tahun lalu terguran yang diberikan sebanyak 262.276 kali. Kemudian di tahun ini jumlahnya 16.077,” ujarnya.

Maka dari itu, pada 20 September hingga 3 Oktober mendatang Polda Jateng menggelar Operasi Patuh Candi 2021. Bagi Luthfi, operasi ini bertujuan agar menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga:  Alami Deflasi, Ekonomi Tetap Tumbuh Positif

“Operasi tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Soalnya kami mengedepankan metode preventif serta melakukan upaya edukasi tertib protokol kesehatan (prokes), “jelasnya.

Dengan adanya itu, ia berharap operasi yang berlangsung selama 14 hari ke depan bisa menurunkan level PPKM di masing-masing wilayah. Sehingga, operasi ini tidak berorientasi pada gakkum lantas atau tilang.

“Seluruh giat diarahkan pada pola preemtif dan preventif yang berupa tindakan simpatik humanis kepada masyarakat, dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat kepada Polri,” katanya.

Meski tak ada penindakan maupun penilangan, Luthfi menghimbau agar masyarakat selalu menaati peraturan perundangan lalu lintas yang berlaku. Ia pun mengajak masyarakat agar tidak melupakan penerapan prokes. Walaupun sebagian wilayah sudah diperlonggar aktivitasnya.

Baca juga:  Pemilu Susulan di 10 Desa Digelar 24 Februari

“Warga yang belum vaksin, silahkan bisa segera ikut vaksinasi agar herd immunity segera terbentuk. Mari kita disiplinkan berlalulintas dengan baik dan benar, serta mencegah penyebaran Covid 19 dan selalu menerapkan 6 M,” katanya. (dik/gih)