Dorong Pemulihan Ekonomi, 43 Paket Pelatihan Digelar

  • Bagikan
BLK Kudus
FOKUS: Peserta tengah fokus mengikuti pelatihan yang diadakan di BLK Kudus, belum lama ini. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, kini tengah fokus terhadap anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana tersebut, salah satunya untuk mendorong pemulihan ekonomi, dengan mengadakan pelatihan bagi buruh rokok dan keluarganya.

Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menyasar buruh pabrik rokok, keluarga buruh rokok, dan petani tembakau. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206/PMK.07/2020 yang mengatur 50 persen alokasi untuk bidang kesejahteraan masyarakat, 25 persen kesehatan, dan 25 persen penegakan hukum.

“Pelatihan yang dilakukan di Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kudus, untuk menanggulangi dampak negatif rokok dan dampak kebijakan DBHCHT. Penggunaannya diprioritaskan kepada buruh rokok dan keluarga buruh rokok,” ucapnya.

Pihaknya mengharapkan, DBHCHT bisa untuk meningkatkan kembali kesejahteraan masyarakat Kudus di bidang tersebut. Di antaranya melalui pelatihan yang diberikan untuk meningkatkan keterampilan kerja.

“Agar buruh rokok atau keluarganya bisa mempunyai skill yang didapatkan dari pelatihan, sebagai upaya pembinaan lingkungan sosial. Sekaligus, semoga bisa mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN),” tuturnya.

Baca juga:  Dana Bantuan Parpol Diusulkan Naik 96 Persen

Sementara itu, Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati, melalui Pelaksana Tugas (Plt) UPTD BLK Sri Riswanti menyampaikan, ada sebanyak 43 paket pelatihan dari 17 kejuruhan yang digelar. Dengan menggunakan anggaran DBHCHT sebesar Rp 2,69 miliar.

“Sedikitnya, dalam pelatihan itu akan membuka 772 peserta yang merupakan buruh rokok atau keluarga buruh rokok. Beberapa pelatihan sudah dimulai. Targetnya seluruh pelatihan selesai pada pertengahan Desember mendatang,” jelasnya.

‎‎Setiap pelatihan, lanjutnya, diisi peserta sebanyak 16 orang. Dengan memenuhi syarat KTP dan berasal dari buruh rokok atau keluarga pekerja rokok. Nantinya, akan mendapatkan sertifikat, modul, dan lainnya.

“Semoga dari pelatihan yang diikuti, mereka dapat menyerap dan mengambil manfaat yang didapatkan. Serta, bisa mempunyai keterampilan sesuai kejuruhan yang diikuti masing-masing peserta,” pungkasnya. (sam/fat)

  • Bagikan