Disbudpar Usulkan Target Retribusi Wisata Direvisi

  • Bagikan
MULAI BEROPERASI: Sejumlah pengunjung tengah menikmati kawasan wisata di Pijar Park di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, belum lama ini. (MULAI BEROPERASI: Sejumlah pengunjung tengah menikmati kawasan wisata di Pijar Park di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, belum lama ini.)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mengusulkan revisi target penerimaan retribusi seluruh objek wisata yang dikelola pemerintah daerah. Usulan yang diajukan menjadi Rp 1,5 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 3,54 miliar. Keputusan itu diambil karena dampak pandemi Covid-19.

Ia mengungkapan usulan revisi pendapatan pada APBD Perubahan 2021 itu meliputi semua pos penerimaan. Mulai dari retribusi tempat rekreasi dan olahraga, pendapatan denda retribusi denda pemakaian kekayaan daerah. Kemudian retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi tempat parkir dan retrtibusi tempat penginapan.

“Semua objek wisata yang dikelola pemerintah tutup selama lima bulan dan baru bukan pada awal September 2021. Sehingga berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Sehingga pendapatan masing-masing objek wisata juga kurang optimal karena realisasi pemasukan saat ini baru 23,61 persen dari target Rp 3,54 miliar,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah, Kamis (23/9).

Baca juga:  TMMD Tahap 2 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Pembangunan Fisik dan Edukasi

Untuk pos penerimaan retribusi tempat rekreasi dan olahraga UPTD pengelola objek wisata, kata dia, awalnya ditargetkan sebesar Rp 2,6 miliar. Akan tetapi realisasianya hingga September 2021 baru 19,20 persen. Sisa waktu tiga bulan kemungkinan tidak memungkinkan mencapai target.

Oleh karena itu, diusulkan untuk direvisi menjadi Rp 1,14 miliar. Dengan mempertimbangkan siswa waktu tiga bulan tentunya akan dioptimalkan bisa mencapai target yang baru tersebut.

“Kalaupun nantinya disesuaikan dengan target yang baru, persentase capaian seluruhnya sudah 55,72 persen. Sedangkan berdasarkan target awal realisasinya baru 23,61 persen,” ujarnya.

Terkait dengan target penerimaan retribusi objek wisata selama 2021 sebesar Rp3,54 miliar. Karena diprediksi pada 2021 kondisinya mulai normal. Sehingga target pemasukan retribusi dari sektor wisata serta pemakaian kekayaan daerah disesuaikan dengan target tahun 2019 sebelum masa pandemic. Yakni sebesar Rp 3,54 miliar. (ara/fat)

  • Bagikan