Absensi Faceprint, Tingkatkan Kedisiplinan Guru

  • Bagikan
petugas BKPP Kudus di SD 2 Klaling
REKAM: Proses perekaman data wajah guru oleh petugas BKPP Kudus di SD 2 Klaling, Selasa (26/10). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Absensi guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus semula dilakukan secara terpusat di kantor koordinator wilayah (Korwil) kecamatan. Namun saat ini dapat dilakukan di sekolah inti. Teknis pelaksanaan absensi yang dulu menggunakan fingerprint, kini juga diubah menjadi faceprint.

Subbid Dokumentasi Pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus Dafiq Syahrian mengatakan, program tersebut merupakan usulan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora). Dengan tujuan untuk mempermudah absensi dan administrasi serta meningkatkan kedisiplinan.

“Dari Disdikpora memang sudah lama berinisiatif untuk mengadakan mesin faceprint sendiri. Akan tetapi baru bisa terealisasi Oktober ini. Setelah selesai pemasangan alat secara keseluruhan, setelah itu kita lanjutkan jadwal perekaman mulai pekan lalu,” ungkapnya.

Sementara ini, mesin tersebut belum terpasang di masing-masing sekolah. Melainkan hanya di SD inti saja. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan dana yang dimiliki Disdikpora, sehingga mengharuskan pemasangan alat dilakukan secara bertahap.

“Kebetulan pengadaan mesin dari dinas belum sesuai dengan total SD yang ada. Jadi untuk saat ini baru diadakan untuk SD inti. Total kurang lebih ada 80 mesin. Jadi nanti SD dabin ikut absen di SD inti. Targetnya November nanti sudah digunakan secara efektif untuk absensi, agar ketika ada kendala langsung dapat ditangani,” paparnya.

Baca juga:  Bangkit dari Covid-19, PDPM Kudus Adakan Pelatihan Digital Marketing

Pada pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Meski demikian, pihaknya telah mempersiapkan solusi untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.

“Kendalanya kemarin ada yang sakit sampai opname. Kalau seperti itu kan tetap tidak bisa dilakukan perekaman. Solusinya nanti kalau yang bersangkutan sudah masuk, kami persilahkan untuk berkoordinasi dengan korwil, kemudian nanti korwil yang akan menindak lanjuti ke BKPP supaya bisa dilakukan perekaman ulang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SD 2 Klaling Kusiyah mengungkapkan, dirinya mendukung penuh program tersebut. Hal itu dikarenakan, program tersebut memiliki tujuan positif untuk kedisiplinan pegawai.

“Bagus sekali ini, biar pegawai tidak ada yang melebihi jam kerja, terutama jam kedatangan. Hanya saja menurut saya masih ada kekurangan. Bagi guru yang rumahnya jauh, harus datang ke sini dahulu. Mudah-mudahan tahun depan dapat merata ke semua sekolah,” pungkasnya. (abd/fat)

  • Bagikan