Bantuan Sarana TIK Diwujudkan Melalui DAK 2022

  • Bagikan
PANTAU: Bupati Rembang H.Abdul Hafidz meninjau pelaksanaan asestmen kompetensi minimum (AKM) di SD Negeri 1 Gunem, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Bupati Rembang H.Abdul Hafidz mendapatkan laporan dari salah satu sekolah yang membutuhkan laptop untuk anak didiknya. Aduan itu ia dapatkan dalam pantauan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kecamatan Gunem, belum lama ini.

Kepala SD Negeri 1 Gunem, Sunaryati berharap sekolahnya mendapat bantuan sarana laptop bagi siswanya untuk melaksanakan asestmen kompetensi minimum (AKM). AKM sendiri merupakan salah satu dari 3 asesmen nasional sebagai pengganti Ujian Nasional (UN).

Sunaryati menjelaskan pelaksanaan AKM di sekolahnya dibagi menjadi dua sesi. Hal itu disebabkan sarana laptop yang digunakan untuk siswa jumlahnya tidak memadahi.

“Laptop kami ada banyak tapi tidak sesuai spesifikasinya untuk AKM. Jadi tidak bisa menyambung di server,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya sarana laptop yang cukup dan spesifikasinya mendukung, bisa membuat pelaksanaan AKM dilakukan tanpa dibagi menjadi beberapa sesi. “Jadi kalau siswanya jumlahnya 30 bisa langsung satu sesi gitu,” ucap dia.

Baca juga:  Penyaluran BSU Masih Tunggu Regulasi Pusat

Terkait hal itu, Rencananya bantuan sarana laptop akan diwujudkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022. “Pak Bupati menyatakan bahwa besok 2022 itu DAK lebih banyak ke sarana bukan ke fisik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan pada 2022 melalui kebijakan dari Kemendikbud Ristek, penggunaan DAK difokuskan untuk pemenuhan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sementara 2022 mendatang DAK Kabupaten Rembang kurang lebih ada Rp 35 miliar.

“Dari DAK Rp 35 miliar, yang Rp 22 miliar untuk sarana TIK. Yang lainnya untuk pembangunan fisik,” tuturnya.

Sedangkan untuk pembangunan fisik sekolah juga akan dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Seperti SMPN 1 Gunem, semua bangunan sekolah akan dibangun ulang secara keseluruhan.

“Jadi tidak direhab, dihancurkan semua diganti yang baru. Anggarannya Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar,” pungkasnya. (hms/fat)

  • Bagikan