Vaksinasi Siswa agar PTM Normal

  • Bagikan
BERANI: Salah satu siswa didampingi Kepala Sekolah SD N 1 Panjang Bambang Sunarno mengikuti vaksinasi di Sekolah, Senin (10/1). (ANDREAN ADI FIDIANSYAH/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Seluruh siswa SD N 1 Panjang, Bae, Kudus ikuti vaksinasi usia 6-11 tahun di sekolah. Hal ini sebagai upaya agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap berjalan normal.

mengutarakan, dengan adanya vaksinasi ini, siswa dapat  memahami pelajaran. Karena selama pandemi, ia merasa pekerjaan siswa yang mengerjakan tidak siswanya.

“Ya, waktu pandemi, pembelajaran melalui daring. Semua tugas dikerjakan di rumah. Saya mengira, bahwa tugas tersebut yang mengerjakan orangtuanya. Kalau PTM normal, guru kan lebih bisa memaksimalkan pelajaran yang harus disampaikan pada siswa,” tuturnya, Senin (10/1).

Ia menjelaskan total siswa di sekolahnya sebanyak 164 siswa. Hampir semua siswa didampingi orangtuanya. Akan tetapi ada enam siswa yang sudah melakukan vaksin terlebih dahulu karena usianya sudah 12 tahun.

“Kegiatan ini bekerja sama dengan puskesmas Dersalam, Bae, Kudus. Hari ini yang vaksin sebanyak 157 siswa. Karena yang enam sudah usia diatas 11 tahun. Ada juga satu siswa yang hari ini sedang sakit, jadi kami tidak memaksakan untuk vaksin hari ini,” jelasnya.

Baca juga:  Triwulan I, KPU Kudus Tetapkan 613.484 Daftar Pemilih Berkelanjutan

Selain itu, pihaknya juga mengatakan, seluruh wali murid mendukung kegiatan ini. Mereka mendampingi juga memberi semangat terhadap peserta vaksin. Disamping itu pihaknya juga menyediakan sarapan untuk siswa yang vaksin.

“Benar, kadang itu ada anak yang tidak suka sarapan, jadi disini kami siapkan sarapan untuk mereka yang belum sarapan. Wali murid kami undang agar mereka tahu proses vaksin siswa, dan mereka sangat mendukung agenda ini,” paparnya.

Pihaknya juga merasa senang akan PTM seperti ini, bisa melihat siswa belajar dan beraktivitas. “Kegiatan siswa kan tidak hanya PTM. Contohnya extrakulikuler, dan kegiatan outdoor lainnya bisa berjalan seperti semula. Karena siswa kalo dikelas terus bisa jenuh dan bosen. Mereka perlu belajar di luar sekolah juga,” paparnya.

Sementara itu, siswi kelas satu Nabilla Callysta (6) mengungkapkan, dirinya tidak merasa sakit dan tidak takut. Ia didampingi ibunya saat disuntik vaksin tersebut. “Kata ibu harus vaksin, agar sehat dan bisa berangkat sekolah,” ujarnya.(cr9/ziz)

  • Bagikan