Sekolah Penggerak Bisa Wujudkan Pelajar Pancasila

DUKUNGAN: Sebanyak 33 sekolah penggerak di Kabupaten Kudus menerima bantuan laptop dari Djarum Foundation guna mewujudkan karakter pelajar Pancasila, belum lama ini. (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kabupaten Kudus memiliki tiga sekolah menengah pertama (SMP) yang menjadi percontohan penerapan kurikulum merdeka, atau bisa disebut sebagai sekolah penggerak. Ketiga sekolah tersebut adalah SMP 5 Kudus, SMP 2 Jati, dan SMP 2 Undaan. Sekolah penggerak nantinya akan dikawal langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam menerapkan kurikulum merdeka.

Kepala SMP 5 Kudus Abdul Rochim menyebutkan, tujuan utama diadakannya program sekolah penggerak (PSP) adalah mewujudkan siswa yang memiliki karakter pelajar Pancasila. Selain itu, PSP juga mengarah kepada perwujudan sekolah ramah anak.

“Sebenarnya PSP ini muaranya ke siswa. Sehingga diharapkan, siswa bisa memiliki profil pelajar Pancasila. Termasuk di dalam PSP itu juga ada sekolah ramah anak, kemudian ending nya anak-anak akan kerasan di sekolah dan bisa lebih termotivasi dalam belajar dan berprestasi. Jadi istilahnya menghilangkan kesan ‘tertekan’ yang sebelumnya ada di sekolah,” terangnya.

Baca juga:  SMP 2 Kaliwungu Gelar Rangkaian HUT ke 34

Untuk dapat merealisasikan PSP, SMP 5 Kudus telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari infrastruktur, sarana penunjang, hingga kesiapan guru dalam memahami serta menerapkan kurikulum merdeka nantinya.

“PSP ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru sekitar bulan Juli nanti. Tentunya penerapan juga akan dilakukan secara bertahap, jadi nanti kelas VII dulu yang jalan. Untuk kelas VIII dan IX masih menggunakan kurikulum sebelumnya. Untuk saat ini, kami masih melakukan persiapan-persiapan. Tapi secara garis besar, kita sudah siap dan tinggal jalan saja nanti,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala SMP 2 Jati Sarpani mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan buku panduan siswa untuk melaksanakan kurikulum merdeka. Selain itu, peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga dilakukan guna menyambut kurikulum merdeka. Terutama dari segi pola pikir atau mindset guru.

Baca juga:  SD Muhammadiyah Pandes Terima Kunjungan Ahli Matematika Internasional

“Kami akan mengadakan sosialisasi, in house training, dan pelatihan-pelatihan kepada guru yang hubungannya tentang pemahaman sekolah penggerak. Karena yang menjalankan nantinya itu ya para guru. Jadi kalau guru tidak paham arah sekolah penggerak ini, tentu akan sulit nanti. Jadi pada intinya itu menyamakan persepsi dan tujuan tentang PSP ini,” paparnya.

Dengan demikian, diharapkan penerapan kurikulum merdeka dalam PSP dapat berjalan dengan lancar. Sehingga, sesuai dengan tujuan kurikulum merdeka, para siswa bisa lebih termotivasi dalam belajar sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.

Baca juga:  Ratusan Siswa SD IT Al Islam Ikuti Wisuda Tahfidz

Sementara itu, Kepala SMP 2 Undaan menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan pelaksanaan PSP jauh hari sejak adanya pendaftaran sekolah penggerak. Mulai dari digitalisasi sekolah, peningkatan SDM, dan pemajuan literasi.

“Dari awal memang sudah kami pelajari tentang PSP ini, ending nya ke mana, muaranya ke mana. Sehingga pada awal tahun ajaran 2021/2022 lalu, memang seluruh program di SMP 2 Undaan arahnya ke sana (PSP, red),” ungkapnya.

Dalam kurun waktu satu tahun ke belakang, pihaknya telah mengadakan 3 pelatihan untuk guru dan siswa. Mulai dari pelatihan peningkatan SDM tentang pembuatan perangkat ajar di era merdeka belajar, pelatihan penggunaan platform pembelajaran, dan peningkatan literasi pada guru dan siswa. (abd/fat)