Kenalkan Cinta Desa Sendiri Sejak Dini

  • Bagikan
RIANG: Tampak anak didik TK Pertiwi Kutuk sedang diperkenalkan tentang salah satu kegiatan yang ada di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, beberapa waktu lalu (DOK.PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sebagai bagian dari masyarakat di suatu desa, pengenalan anak terhadap kampung halaman sendiri memang perlu dilakukan sejak dini. Maka dari itu, Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi Kutuk, Kecamatan Undaan, mengajarkan sejak dini murid-muridnya untuk mengenal desa sendiri terlebih dahulu.

Kepala TK Pertiwi Kutuk Endang Supartini mengatakan, kegiatan yang ditonjolkan yakni pengenalan ke alam secara langsung. Sekaligus, melihat mayoritas masyarakat Desa Kutuk yang berprofesi sebagai petani.

Disdik Sleman

“Lingkungan sekitar ini kan desa, kebanyakan wali muird itu juga bekerja sebagai petani. Jadi kami berusaha memberikan tema berdasarkan apa yang ada di desa. Sehingga, mereka bisa mengenal apa itu yang dilakukan oleh orang tua atau kerabatnya yang berprofesi sebagai petani,” ucapnya.

Dirinya melanjutkan, tidak hanya mengenalkan melalui lisan, akan tetapi murid-muridnya diajak terjun langsung ke lokasi-lokasi untuk praktek. Berdasarkan dengan tema yang akan diangkat pada saat itu.

“Seandainya tema bercocok tanam ya kita ajak langsung ke sawah dan tanaman-tanaman lainnya, dan mempraktekannya. Jika temanya binatang, kami ajak ke budidaya ikan lele atau peternakan sapi untuk memberi makan dan melihat prosesnya secara langsung,” tuturnya.

Baca juga:  Petakan Potensi dan Penanganan Bencana, Ini yang Dilakukan H.M. Hartopo
KENALKAN DESA: Para Guru bersama anak didik (TK) Pertiwi Kutuk, Kecamatan Undaan, saat mengunjungi Balai Desa Kutuk, belum lama ini. (DOK.PRIBADI/JOGLO JATENG)

Adapun alasan untuk terjun langsung tersebut, menurutnya supaya murid tidak merasa bosan dengan pembelajaran seperti biasanya yang ada di kelas. Maka dari itu, memperkenalkan sejak dini apa saja yang ada di sekitar menjadi kegiatan yang ditonjokan oleh pihaknya.

“Kami tekankan kepada anak-anak, untuk bisa cinta desanya terlebih dahulu. Masak belum mengenal daerah sekitarnya langsung dibawa ke kota. Namun, tidak terkecuali juga diakhir tema biasanya kami ajak untuk edukasi ke kota di luar desa,” terangnya.

Selain itu, sekolah yang memiliki jumlah murid sebanyak 79 anak ini juga mengajarkan akan kemandirian anak-anak. Seperti mengajarkan untuk mampu menjalani rutinitas seharian mereka, serta menanamkan jiwa berani dan aktif bagi murid.

“Jadi kami ajarkan kegiatan sehari-hari dengan praktek langsung, seperti wudhu, makan sendiri, ke kamar mandi sendiri, sampai benar-benar bisa menjalani rutinitas itu. Dengan begitu, mereka kami harapkan mampu terbentuk kemandiriannya, tidak cengeng, sopan santun dan berani aktif. Di sisi lain juga kami sisipkan tentang keagamaan, seperti berakhlak mulia dan baca tulis Al Quran,” pungkasnya. (sam/fat)

  • Bagikan