Sasar Murid Kurang Mampu, PIP Cegah Putus Sekolah

  • Bagikan
ILUSTRASI: Siswa SMP 2 Dawe terlihat antusias saat mengikuti pelajaran olahraga, Kamis (12/5). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah mengeluarkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membantu siswa yang kurang mampu dari segi ekonomi. Tujuan utama diadakannya program tersebut adalah untuk meringankan beban sekolah siswa, sekaligus mencegah anak putus sekolah. Terutama anak berusia 6 – 21 tahun.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Dawe merupakan sekolah yang menerima alokasi PIP tahun ini. Namun demikian, tidak seluruh anak kurang mampu di SMP 2 Dawe menerima bantuan melalui PIP. Hal itu dikarenakan, alokasi penerima telah ditentukan oleh Pusat. Sehingga, belum semua siswa kurang mampu mendapat fasilitasi dari program tersebut.

Disdik Sleman

“Tujuan PIP dari pemerintah itu untuk meringankan beban sekolah siswa. Khususnya untuk operasional pembelajaran mulai dari alat tulis, tas, seragam, sepatu, dan lain sebagainya. Target program ini sendiri adalah anak-anak miskin di sekolah,” kata Kepala SMP 2 Dawe Nasripin.

Sistematika pengajuan penerima di SMP 2 Dawe adalah melalui wali kelas. Hal itu dilakukan, karena wali kelas merupakan sosok yang paling dekat dan paling paham terkait kondisi siswa.

“Sekolah mengajukan semua yang tergolong miskin. Penjaringannya kalau di sini melalui wali kelas. Karena pengajuan banyak dan alokasi terbatas, tentunya siswa yang pernah menerima PIP tidak akan diajukan lagi tahun berikutnya. Supaya semua merata. Untuk tahun ini, kurang lebih ada 80 siswa kami yang menerima PIP,” ungkapnya.

Baca juga:  Akui Sedang Terapi saat OTT 24 Pegawai Diperiksa Kejaksaan

Sementara itu, Kepala SMP 4 Kudus Dedi Triaprianto menyebutkan, besaran bantuan PIP yang diterima siswa adalah senilai Rp 750 ribu. Dana tersebut langsung disalurkan ke rekening siswa dan digunakan untuk keperluan siswa yang berhubungan dengan pembelajaran.

“Sepanjang itu untuk keperluan pendidikan, dana tersebut bisa digunakan. Misal seperti memberi seragam, sepatu, buku tulis, kursus, dan sebagainya. Untuk mengantisipasi bantuan tersebut tidak disalahgunakan, kami memiliki tim yang bertugas untuk memberikan pengarahan kepada siswa agar menggunakan uang tersebut sesuai ketentuan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, dana PIP dapat digunakan oleh siswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga, siswa yang dinilai kurang mampu secara ekonomi tidak lagi merasa minder dengan teman-temannya. Dengan demikian, para siswa dapat lebih termotivasi untuk belajar demi masa depan. (abd/fat)

  • Bagikan