Wisata Candi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

  • Bagikan
Komisi E DPRD Provinsi Jateng, Abdul Hamid (HUMAS/JOGLO JATENG)

KARANGANYAR, Joglo Jateng – Objek wisata candi harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Objek wisata tersebut ialah Candi Sukuh dan Candi Cetho Kabupaten Karanganyar.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Abdul Hamid melihat penataan dan upaya pelestarian kawasan situs cagar budaya. Yaitu Candi Sukuh yang terletak di Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso dan Candi Cetho di Gumeng Kecamatan Jenawi. Dalam pantauan itu, ia menilai kedua situs tersebut sudah dalam kondisi sangat baik dan bersih.

Disdik Sleman

Selain membahas soal kesejahteraan masyarakat sekitar dari pemanfaatan cagar budaya, pihaknya juga mengatakan ada pekerjaan rumah penting dalam program wisata candi agar lebih menarik minat masyarakat. Yakni, perlunya sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten bersama DPRD agar objek wisata tersebut benar-benar menjadi destinasi wisata edukasi di Jateng.

“Dengan perawatan, perlindungan, dan pemeliharaan sampai pada pemanfaatannya agar dipikirkan matang-matang secara strategis. Juga, tidak lupa dari perencanaan, eksekusi anggaran hingga evaluasi program kerja yang ada,” ujarnya,  Kamis (12/5).

Baca juga:  Ajarkan Santri Buat Bunga dari Plastik Bekas

Sementara itu, Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Pemanfaatan & Publikasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng Wahyu Kristanto mengatakan, kawasan candi tersebut sudah menjadi bagian dari masyarakat. Dengan kata lain, candi yang terjaga secara fisik maupun non fisik itu dapat difungsikan untuk ibadah.

“Cagar budaya kedua candi itu sudah masuk ke tingkat nasional. Harapan kami, Pemprov bersama Kementerian Pendidikan & Kebudayaan dapat memfasilitasi setiap kegiatan agar cagar budaya ramai dan berlanjut untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Kelestarian candi itu tidak diragukan tapi kemanfaatannya masih kurang,” terangnya.

Ia menambahkan, di Desa Kemuning yang berada di kawasan Candi Cetho terdapat 600-an warga beragama Hindu. “Dan, desa tersebut ditetapkan sebagai Desa Pancasila dimana kerukunan umat beragamapun sangat kental,” tukasnya.(hms/ziz)

 

  • Bagikan