Cegah PMK, Pasar Hewan Margorejo Disemprot Disinfektan

  • Bagikan
Terlihat seorang petugas sedang menyeprotkan disinfektan di lingkungan Pasar Hewan Pragolo (Wagenan) Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, (13/5). (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sebagai langkah pencegahan penyebaran wabah penyakit mulut kaki dan kuku (PMK), Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Pragolo (Wagenan) Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jumat (13/5).

Kepala Dispertan Pati, Nikentri Meiningrum menjelaskan, pihaknya melakukan penyemprotan mulai parkir kendaraan pengangkut sapiĀ  hingga tempat hewan. Penyemprotan di pasar hewan dilakukan bertujuan mengantisipasi penyebaran PMK di Kabupaten Pati.

Disdik Sleman

Menurutnya, langkah antisipasi penyebaran PMK perlu diambil. Tak hanya melakukan penyemprotan, dalam melakukan antisipasi, pihaknya memantau secara ketat hewan yang masuk dan Kemudian diberikan arahan medis. Ia juga menilai bahwa penularan PKM tergolong cepat.

“Penularan penyakit ini cukup cepat dan tingkat penularan cukup tinggi. Sehingga harus kita antisipasi sejak awal. Ini butuh komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada peternak maupun pedagang untuk mengetahui PMK,” kata Niken, (13/5).

Baca juga:  MPP Pati Tangani Ratusan Pemohon Tiap Hari

Lebih lanjutnya, Niken menilai penyakit menular tersebut dapat berdampak pada sektor ekomoni masyarakat. Namun, ia juga menjelaskan bahwa PMK tidak menular pada manusia. Meski penularan terhadap ternak 90 hingga 100 persen.

Selain itu, dirinya meminta kepada masyarakat di Kabupaten Pati untuk melaporkan ke pihak petugas jika ada di curgai tertular penyakit tersebut. “Apabila ditemukan ada kasus atau dicurigai penyakit ini, agar segera melaporkan kepada petugas yang ada di wilayah,” ucapnya.

Sebagai tambahan informasi, sampai hari ini pihaknya masih memiliki 100 liter disinfektan. Diperkirakan cukup digunakan dalam kuran waktu 2 hingga 4 bulan. Selain itu, pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati bilamana terjadi kekurangan stok. (cr7/rds)

  • Bagikan