Efektivitas Pembelajaran Matematika

Oleh:  Dwi Yuni Astuti, S.Pd
Guru SMK N 1 Karangawen, Kab. Demak

PEMBELAJARAN merupakan interaksi antara guru dan siswa, dimana terjadi komunikasi yang intens dan terarah untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran yang baik memerlukan proses interaksi oleh semua komponen yang terlibat dalam proses pembelajaran baik antar guru dengan siswa ataupun antar siswa dengan siswa.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu faktor penting dari tujuan pembelajaran karena memberikan pengetahuan semata-mata kepada siswa tidak akan banyak menolongnya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam pembelajaran sebaiknya dapat mengembangkan sikap dan kemampuan siswa yang dapat membantu untuk menyelesaikan permasalahan di masa yang akan datang secara kreatif. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran matematika, perlu dilaksanakan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.

Matematika merupakan dasar dari segala ilmu pengetahuan, merupakan ilmu yang berkaitan dengan konsep-konsep abstrak. Oleh karena itu, penyaji materi matematika dalam pembelajaran sering dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dengan tujuan agar siswa mampu menemukan konsep dan mengembangkan kemampuan matematikanya berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki siswa.

Materi matematika dan keterampilan berpikir kritis merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, karena materi matematika dipahami melalui berpikir kritis dan begitu sebaliknya bahwa berpikir kritis dilatih melalui belajar matematika. Jika siswa telah mampu berpikir kritis, maka ia akan memiliki karakter yang sangat kuat dan tidak mudah goyah  atau asal ikut-ikutan saja dengan perkembangan zaman. Ia akan lebih dapat menyikapi bahkan dapat ikut berpartisipasi dalam perkembangan zaman.

Berpikir kreatif dalam matematika dan dalam bidang lainnya merupakan bagian keterampilan hidup yang perlu dikembangkan terutama dalam menghadapi era informasi dan suasana bersaing secara ketat. Individu yang diberikan kesempatan berpikir kreatif akan menjadi frustasi dan tidak puas. Pengembangan aktivitas kreatif tersebut adalah dengan melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan serta mencoba-coba.

Strategi dalam mengembangkan  kemampuan berpikir kreatif antara lain. (1) Mendefinisikan kembali masalah. (2) Mempertanyakan dan menganalisis asumsi-asumsi. (3) Menjual ide-ide kreatif. (4) Membangkitkann ide-ide. (5) Mengenali dua sisi pengetahuan. (6) Mengidentifikasi dan mengatasi hambatan. (7) Mengambil resiko-resiko dengan bijak.  (8) Membangun kecakapan diri. (9) Menemukan minat sejati. (10) Menunda kepuasan. (11) Membuat model kreatifitas.

Kemampuan berpikir kreatif siswa belum optimal, rendahnya kemampuan siswa berpikir kreatif diduga karena selama ini guru tidak berusaha menggali pengetahuan dan pemahaman siswa tentang berpikir kreatif. Selama ini, guru hanya melaksanakan pembelajaran secara prosedural, hanya memberikan rumus-rumus kemudian mengerjakan soa-soal latihan, tanpa memberi kesempatan siswa untuk berpikir kreatif. Akibatnya, siswa tidak menemukan makna dari apa yang dipelajarinya. Guru jarang menciptakan suasana yang kondusif dalam proses pembelajaran bahkan belum menerapkan langkah-langkah pembelajaran untuk siswa berpikir kreatif, sehingga anak termotivasi untuk belajar mandiri.

Cara mengajar yang baik merupakan kunci dan prasyarat bagi siswa untuk dapat belajar dengan baik. Salah satu tolak ukur bahwa siswa dapat mempelajari apa yang seharusnya dipelajari adalah indikator hasil belajar yang diinginkan akan dicapai oleh siswa. Maka dari itu, guru harus mengubah sistem pengajarannya dan menerapkan langkah-langkah pembelajaran yang memotivasi siswa untuk berpikir kreatif. (*)