Sensasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi

Oleh: Nita Susiana, S.Pd.SD.
Guru SDN 01 Wonokromo, Kec. Comal, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN tatap muka adalah kegiatan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dengan sumber belajar yang terjadi secara langsung pada waktu yang sama dan tempat yang sama. Karakteristik pembelajaran tatap muka adalah kegiatan yang terencana berorientasi pada tempat, serta interaksi sosial dalam ruang kelas. Kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) ini ternyata disambut baik oleh siswa dan juga orang tua, saat kita belajar secara daring (online) tentu sistem pembelajarannya sangat jauh berbeda dengan tatap muka secara langsung.

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran tatap muka terbatas adalah pembelajaran transisi dimana siswa akan mengikuti pembelajaran secara daring (online) dan luring (onsite). Pembelajaran tatap muka terbatas ini membatasi peserta didik yang hadir di sekolah. Tidak hanya dibatasi jumlah peserta didiknya tapi juga dibatasi oleh waktu. Tepat awal peserta didik yang hadir adalah 20 persen, 30 persen, hingga 50 persen secara bertahap. Disamping membatasi kehadiran peserta didik, pembelajaran juga dibatasi waktunya yaitu hanya dua jam, dari jam 07.00 sampai jam 09.00 kemudian tiga jam yaitu dari jam 07.00 sampai jam 10.00.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Sebelum masuk ke kelasnya masing-masing, terlebih dahulu anak-anak dicek suhunya, kemudian anak diberi hand sanitizer. Baru anak-anak dipersilahkan untuk masuk kelas. Setiap kelas juga disediakan fasilitas seperti tempat cuci tangan, tisu, masker dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan pada saat PTMT berlangsung.

Kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas memiliki beberapa kelebihan. Pertama, pembelajaran menjadi lebih maksimal. Dengan adanya pembelajaran tatap muka terbatas ini menjadi bekal baru untuk peserta dari yang awalnya belajar hanya dengan tugas saja, namun pada saat tatap muka peserta didik bisa berkomunikasi secara langsung dengan guru apabila ada materi yang kurang dipahami.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kedua, bisa bertemu dengan banyak teman. Dengan adanya pembelajaran tatap muka terbatas ini, mampu menciptakan pertemanan. Terlebih lagi apabila ini, adalah kegiatan belajar mengajar pertama kali di sekolah yang awalnya kita tidak mengenal satu sama lain kini bisa bertatap muka langsung.

Ketiga, penyampaian materi lebih produktif. Pada saat daring (online), tentu hal pertama yang dirasakan adalah kurangnya penyampaian materi, dan biasanya harus mencari referensi secara mandiri melalui internet ataupun media online lainnya yang pasti hal tersebut belum tentu membuat peserta didik paham secara 100 persen. Karena yang dibutuhkan adalah penyampaian materi yang produktif.

Keempat, beban kuota internet lebih hemat. Dengan adanya pembelajaran tatap muka ini mampu mengurangi biaya kuota siswa sehingga tidak perlu menggunakan internet yang lebih banyak dari sebelumnya. Kelima, waktu belajar mengajar lebih efisien. Pada saat pembelajaran tatap muka, sistem pembelajaran tidak perlu meluangkan banyak waktu seperti belajar online.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Seperti yang kita tahu, saat belajar online peserta didik selalu disibukkan dengan kegiatan rumah juga. Sehingga mengganggu konsentrasi peserta didik dalam belajar. Sedangkan, saat peserta didik di sekolah, benar-benar fokus untuk belajar di kelas tanpa adanya kegiatan lain yang dapat mengganggu konsentrasi dan pemahaman peserta didik.

Kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas merupakan kunci utama dalam pemulihan suatu dunia pendidikan. Semua itu membutuhkan waktu dan juga proses,tanpa adanya pemberlakuan yang ketat, semua ini tidak akan pernah bisa tercapai. Sudah sepantasnya kita memulai langkah baru untuk dunia pendidikan yang lebih berkualitas dari sebelumnya. (*)