Figur  

Suka Bernyanyi Sejak SD

Elisa Winda Tiara. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

ELISA Winda Tiara menyukai dunia menyanyi sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas 1. Kesukaannya ini bermula dari sering melihat tayangan televisi program musik anak-anak. Dari situ, dara yang akrab disapa Elsa ini rela menghafalkan lagu-lagu dari tayangan tersebut.

“Jaman kecil suka liat tayangan di televisi, tentang nyanyi. Sampai hafalin lagu-lagunya, seperti lagunya Tasya dan Joshua,” kata perempuan kelahiran Maret 2002 itu, Senin (23/5).

Selamat Idulfitri 2024

Karena hobinya itu, kemudian ia memberanikan diri untuk mengikuti lomba menyanyi tunggal antar kelas di SD-nya. Dengan keberanian, Elsa akhirnya mendapatkan juara pertama. “Waktu  kelas 1 SD, pas Hari Kartini ada lomba menyanyi tunggal antar kelas di SD. Aku ikut maju dan juara pertama, waktu kelas 1 SD,” ucapnya.

Ketika mendapatkan juara, menurut Elsa, guru sekolahnya langsung menyarankan untuk mengikuti ekstrakurikuler musik. Pasalnya, Elsa dipandang sebagi salah satu murid yang berbakat.

Baca juga:  Pelajari Kempo untuk Bela Diri hingga Prestasi

“Terus Bu Guru langsung memberikan arahan, ‘kamu ini berbakat. Besok ikut latihan ini ya, langsung diikuti ekstrakurikuler’. Pertama kali, ikut rebana kelas 2 SD, suruh ikut lomba rebana, lomba macapat, serta lomba menyanyi tunggal,” ungkap mahasiswi jurusan Matematika UPGRIS itu.

Berangkat dari situ, Elsa saat duduk di bangku SMA mulai tertarik bergabung grup musik. Ketertarikan itu membawa pundi-pundi rupiah hasil dari job.

“Kalau dunia musik entertainment sejak SMA kelas 2. Kemudian diajakin oleh tetangga aku, yaitu grup band weeding. Terus aku diajakin, aku mau tuh sampai sekarang, ada dua grup musik. Pertama, saya ikut di Pulen Entertainment khusus musik wedding keroncong.  kedua, juga ikut The Moon Star posisinya vokalis sama,” jelasnya.

Baca juga:  Senang Bersosialisasi, Dalami Ilmu BK

Ia menceritakan, awalnya orang tua tidak mendukung dirinya menekuni dunia musik. Karena, kata Elsa, orang tuanya masih menganggap orang-orang musik suka bermalas-malasan.

“Kalau dari orang tua tidak mendukung di dunia musik, bapak ibu orang biasa yang bukan musisi. mereka  juga engga begitu senang musik. Itu muter musik di rumah sering dimarahin, karena mereka gak suka berisik. Karena kalau stigmanya orang dulu, kalau anak musik itu keset (malas),” ucapnya.

Meski orang tuanya tak mendukung, Elsa tetap memberikan keyakinan terhadap kedua orang tuanya, bahwa orang bermain musik bisa berprestasi tidak seperti stigma masyarakat dipikirkan.

“Saya kan sering dimarahin ikut latihan band, atau kegiatan musik. Cara agar orang tua mengizinkan, aku ikut lomba-lomba ketika aku dapat juara. Ini lho bu, bisa juara ini. Lama-lama bapak ibu, mulai merestui kalau anaknya ikut musik,”paparnya.

Baca juga:  Kembangkan Minat Bakat, Banggakan Orang Tua

Saat ditanya apakah selama bernyanyi ada pengalaman unik, Elsa mengaku ada pengalaman yang tak bisa terlupakan. Salah satunya adalah ketika dia sedang menerima job musik di weddingan, tiba-tiba suara Elsa menghilang akibat minum es kuwut.

“Aku tipikal suka makan banyak, waktu itu aku mengambil es kuwut warnanya hijau. Setelah  minum es kuwut kan langsung naik lagi (panggung), tiba-tiba pas menyanyi suaranya hilang. Teman-teman yang dibelakang, kiranya mikrofonnya mati, untungnya ada penyanyi dua, terus dibackup sampai selesai,” tuturnya. (dik/gih)