Keluhkan Banjir Rob, Warga Rela Sewa Kos

TERTAWA: Sejumlah anak asyik bermain di sepanjang jalan yang terkena banjir rob di daerah Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Emas, Semarang, belum lama ini. (DICKRI TIFANI BADI/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Warga RW 16 Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah mengeluhkan adanya banjir rob yang terjadi hampir setiap hari di wilayah tersebut. Bahkan, fenomena itu terjadi selama bertahun-tahun.

Banjir yang melanda diakibatkan permukaan tanah dan kenaikan air laut yang terjadi setiap hari. Akibatnya, 15 KK di RW 16 Tambakrejo rela untuk pindah tempat dengan menyewa indekos atau sewa rumah agar dapat terhindar dari banjir.

Selamat Idulfitri 2024

“Mau gimana lagi, kalau tidak pindah tidak bisa buat ngapa-ngapain,” keluh Ketua RW 16 Tambakrejo, Selamet, belum lama ini.

Baca juga:  Selama Sepekan 30 Bencana Terjadi di Jateng

Menurutnya, banjir rob yang melanda wilayahnya selalu mengintai warga setiap hari. Membuat potensi kerugian warga tak bisa dihitung lagi. Ia mencontohkan, kendaraan yang terparkir di Tambakrejo dijamin akan rusak dan berkarat akibat terkena banjir rob. 

“Tak usah lama-lama, tiga bulan saja pasti sudah rusak,” ungkapnya.

Hingga saat ini, kata dia, ada 85 rumah yang terdampak banjir rob. Kondisi rob yang tak kunjung selesai membuat warga mengeluh hampir setiap hari.

“Kita seperti diisolasi,” ucapnya. 

Bukan hanya dihantui rob, Selamet juga khawatir wilayahnya akan dipenuhi sampah yang terbawa arus banjir. “Kalau ini dibiarkan akan banyak warga yang sakit seperti gatal-gatal dan stunting,” katanya khawatir. 

Baca juga:  61,6 Juta Orang bakal Mudik ke Jateng, Dishub Buka 35 Posko Terpadu

Ditambah, kondisi tersebut menghambat anak-anak sekolah untuk pergi atau pulang sekolah. Mereka bahkan rela berjalan kaki untuk mengantisipasi. 

“Sepeda motor pasti mogok. Jadi mereka rela jalan kaki agar bisa sekolah,” terangnya. 

Di sisi lain, Selamet menuturkan, permukaan tanah rumahnya semakin turun saban hari. Sayangnya, kondisi ini diperparah dengan kenaikan air laut yang datang lebih besar dari tahun ke tahun.

“Untuk rumah yang tergenang air rob ada 85 rumah, termasuk fasilitas umum seperti balai pertemuan RW,” katanya. 

Ia melanjutkan, balai pertemuan RW yang ikut menjadi korban ini sudah dipandang tidak layak untuk kegiatan. “Setiap hari ada rob, kegiatannya terganggu,” paparnya. 

Baca juga:  Bank Jateng Gandeng Pemprov Jateng Gelar Mudik Asyik 2024

Slamet berharap, pemerintah bisa menemukan titik terang terkait kondisi banjir rob di wilayahnya. Ia meminta kepada pemerintah agar bisa memberikan fasilitas, seperti  meninggikan jalan di Tambakrejo.

“Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan fasilitas umum agar kegiatan warga bisa terlaksana,” paparnya. (dik/ern)