Outdoor, Metode Sederhana dan Asyik Belajar Inflasi

Oleh: Nur Widayanti, S. Pd
Mapel Ekonomi SMA N 1 Mijen, Kab. Demak

PENDIDIKAN merupakan suatu proses interaksi manusia dengan lingkungannya yang berlangsung secara sadar dan terencana dalam rangka mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh seorang individu. Di dalam mengembangkan potensi-potensi ini, pendidikan haruslah dilaksanakan secara berkualitas.

Selamat Idulfitri 2024

Berbicara tentang pendidikan tentunya tidak terlepas dari pembelajaran. Di dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan tentunya tidak hanya mengedepankan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, untuk mencapai keseimbangan antara tiga aspek tersebut diperlukan suatu metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Salah satunya yaitu metode outdoor atau studi lapangan dalam menganalisis indeks harga dan inflasi.

Metode outdoor atau studi lapangan merupakan metode pembelajaran dengan kegiatan siswa yang berupa kunjungan di suatu tempat di luar kelas. Di dalam pelaksanaanya, penulis selaku guru mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Mijen menerapkannya untuk Kompetensi Dasar (KD) indeks harga dan inflasi. Penulis meminta siswa  melakukan observasi mengumpulkan data harga barang di pasar. Hal ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada siswa agar bisa mendeskripsikan, mengeksplorasi, memprediksi, berinovasi, dan mengembangkan pendidikan. Dengan hal ini siswa tidak hanya menerima teori semata, tetapi juga mempraktikkannya sesuai realita yang ditemukan di lapangan. Proses observasi ini menjadi langkah pertama karena kompetensi dasar indeks harga dan inflasi merupakan materi mengajak siswa untuk bisa menghitung besar tingkat laju inflasi suatu barang dalam waktu tertentu.

Di dalam melaksanakan observasi tersebut, siswa mendata barang sembako di lingkungan tempat tinggalnya selama satu minggu. Data ini disimpan dan siswa kembali mengambil data harga barang setelah satu minggu kemudian. Perbandingan harga yang diperoleh pada minggu kesatu dan kedua menjadi bahan siswa untuk menghitung besaran  indeks harga barang sembako tertentu sebagai dasar untuk menghitung besarnya laju inflasi.

Selain itu, data tersebut membantu siswa untuk mengetahui barang yang mengalami kenaikan atau penurunan harga. Jika harga barang naik, maka akan diperoleh tingkat laju inflasi. Selanjutnya, berdasarkan kenaikan atau penurunan harga ini siswa menganalisis dan mendeskripsikan hasil perhitungan tersebut ke dalam golongan inflasi, yakni termasuk kategori ringan, sedang, berat, atau hiper inflasi.

Setelah melakukan penghitungan ini, siswa dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya inflasi beserta cara mengatasinya yang dikaitkan dengan teori dan data yang sebenarnya. Dengan demikian, metode pembelajaran ini akan memberikan pengalaman  yang sangat mengena pada diri siswa karena terjun langsung di lapangan sampai menganalisis. Bahkan, secara tidak langsung pendidikan karakter yang berupa integritas dan mandiri akan terbentuk.

Metode pembelajaran outdoor ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi dapat mempraktikkan hal yang telah diperoleh di kelas secara langsung dilapangan; dapat mengembangkan keterampilan siswa untuk berpikir kreatif, kritis, aktif, dan berpengalaman. Adapun kekurangannya yaitu membutuhkan waktu, tenaga, biaya, dan tidak mudah mencari lapangan praktik sesuai dengan bidang yang dikaji.

Pembelajaran materi inflasi dengan outdoor ini memudahkan siswa untuk menghitung indeks harga dan laju inflasi karena mengetahui langsung harga di pasar. Selain itu, pembelajaran ini memberikan bekal keterampilan menulis dengan cara mendeskripsikan hasil perhitungan dari data yang diambil serta melatih untuk mengungkapkan adanya kebenaran  juga dapat memberikan masukkan dalam pengambilan kebijakan.

Pembelajaran yang berkualitas bukanlah pembelajaran yang semata-mata mementingkan kognitif, tetapi juga dapat menarik minat dan motivasi anak agar terus tertarik dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran. Oleh karena itu, seorang guru sebagai tenaga pendidik haruslah pandai dalam memilih dan memilah metode pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk anak didiknya. Marilah terus berbenah demi kualitas pendidikan Indonesia, demi anak bangsa! (*)