Belajar IPA Lebih Mudah dengan Detic

Oleh: Dian Rahmi Arifa, S.Pd.SD
Guru SDN 03 Banyumudal, Kec. Moga, Kab. Pemalang

PADA dasarnya pendidikan merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Sejalan dengan perkembangan masyarakat dewasa ini, pendidikan banyak menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Salah satu hambatannya adalah rendahnya mutu pendidikan di negara ini, sehingga dengan adanya hambatan tersebut akan menjadikan sebuah tantangan bagi pengelola Pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Selamat Idulfitri 2024

Penguasaan konsep dan hasil belajar memiliki hubungan kesebandingan dengan peningkatan mutu pendidikan, yaitu apabila dikehendaki peningkatan mutu pendidikan maka hasil belajar yang dicapai harus ditingkatkan, dan untuk meningkatkan hasil belajar dibutuhkan penguatan konsep yang lebih besar dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Penguasaan konsep dapat diartikan sebagai kemampuan siswa dalam memahami makna secara ilmiah baik teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (Dahar, 2003: 4).

Seseorang dapat dikatakan menguasai konsep jika orang tersebut benar-benar memahami konsep yang dipelajarinya sehingga mampu menjelaskan dengan menggunakan kata-kata sendiri sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya, tetapi tidak mengubah makna yang ada di dalamnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Hal ini menempatkan penguasaan konsep dan hasil belajar pada posisi yang penting di dalam proses pembelajaran, akan tetapi realitas di kelas IV SD Negeri 03 Banyumudal Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang, dengan jumlah 23 siswa, menunjukkan bahwa banyak siswa yang tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi pada mata pelajaran IPA  materi Energi Alternatif dan Penggunaannya, Tahun Pelajaran 2021/2022.

Dari hasil pengamatan guru, diketahui bahwa masih banyak siswa kurang aktif dan siswa hanya mendengarkan penjelasan guru saja. Sikap siswa yang terkesan malas-malasan dalam menerima pelajaran matematika, siswa terlihat ramai, siswa berbicara dengan temannya ketika pelajaran IPA berlangsung, siswa malu untuk bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan, serta tidak terlihat adanya diskusi sehingga tidak ada kerja sama ketika pembelajaran IPA berlangsung yang dikarenakan pembelajaran IPA masih menggunakan metode ceramah.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa siswa masih memiliki penguasaan konsep yang rendah, dan pengaruhnya secara langsung adalah menurunnya hasil belajar mereka. Kesenjangan antara hasil belajar dengan penguasaan konsep siswa ini salah satunya disebabkan karena tidak adanya strategi atau metode pembelajaran yang efektif selama proses belajar mengajar serta tidak terciptanya suasana terbuka antara guru dan siswa.

Berdasarkan uraian tersebut, guru menerapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu strategi pembelajaran detic atau inside outside circle. Menurut Spencer Kagan (1993: 12), detic atau inside outside circle adalah model pembelajaran dengan sistem lingkaran kecil dan lingkaran besar di mana  siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Adapun langkah-langkah dari model pembelajaran detic antara lain separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar, separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam, dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. Kemudian, siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi.

Kelebihan dari model pembelajaran detic yaitu tidak ada bahan spesifikasi yang dibutuhkan untuk strategi sehingga dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam pelajaran, kegiatan ini dapat membangun sifat kerja sama antar siswa, mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan. Diharapkan dengan model pembelajaran detic siswa dapat menguasai konsep dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA mengalami peningkatan. (*)