Ganjar Ikut Salati Jenazah Buya Syafii Maarif di Masjid Gedhe Kauman

KHUSYUK: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai menyalati jenazah Buya Syafii Maarif di Masjid Gedhe, Kauman, Yogyakarta, Jumat (27/5). (HUMAS / JOGLO JATENG)

YOGJAKARTA, Joglo Jateng – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut memberikan penghormatan terakhir terhadap jenazah cendekiawan muslim dan mantan PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif. Orang yang dihormati berbagai kalangan itu, disemayamkan di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta.

Ganjar tiba di Masjid Gedhe Kauman sekitar pukul 11.35 WIB. Usai melaksanakan salat Jumat, Ganjar merangsek ke barisan depan dimana jenazah Buya Syafii Maarif disemayamkan. Bersama jamaah lain, Ganjar ikut menyalati jenazah Buya Syafii Maarif.

Selamat Idulfitri 2024

Usai salat jenazah, Ganjar menemui keluarga Buya Syafii Maarif. Ia menyampaikan duka cita mendalam pada putra Buya Syafii Maarif, Mohammad Hafiz. Setelah itu, Ganjar pamit karena harus mengikuti berbagai acara di tempat lain.

Baca juga:  Pemkot Yogyakarta Jalin Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Swasta

“Kita semua berduka, Indonesia kehilangan beliau, seorang bapak bangsa yang hebat. Tentu kita harus mendoakan beliau mudah-mudahan seluruh amal ibadahnya diterima Allah dan diampuni seluruh dosanya,” kata Ganjar.

Sosok Buya Syafii Maarif lanjut Ganjar adalah bapak bangsa. Ia sangat ngayomi dan ngayemi pada siapa saja. Setiap bertemu, suasana yang muncul menurut Ganjar selalu menyejukkan.

“Beliau juga penuh dengan pemikiran intelek dan selalu memberikan semangat pada anak muda. Saya ingat saat mahasiswa dulu bertemu beliau, kami ngobrol dan berbincang santai bagaimana aktifitas seorang mahasiswa dan seterusnya. Pemikiran beliau selalu menyenangkan,” ucapnya.

Baca juga:  Meditasi selama Berpuasa Jadi Kunci Fokus & Keseimbangan

Ganjar mengingat pertemuan terakhirnya dengan Buya Syafii Maarif. Saat itu, Ganjar menjenguk Buya di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.

Saat itu lanjut Ganjar, kondisi Buya Syafii Maarif terlihat sangat semangat. Meski sakit dan dibantu alat pernapasan, namun tak terlihat wajah kesakitan.

“Beliau cerita dengan semangat dan meski saya tahu beliau kesakitan, tapi semangatnya luar biasa. Sebelum pulang, Buya minta foto dengan saya. Dan foto itulah yang sekarang saya simpan,” pungkasnya.

Diketahui, Buya Syafii Maarif meninggal dunia pada Jumat (27/5) di RS PKU Muhammadiyah Gamping Jogjakarta. Buya Syafii meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit itu akibat serangan jantung. Meski sempat keluar rumah sakit, namun Buya kembali dirawat hingga dikabarkan meningal dunia hari ini. (hms/gih)