Meningkatkan Literasi Siswa dengan Strategi Mendongeng

Oleh: Diyah Mayaristi, S.Pd.I
Guru PAI SDN Kateguhan 01, Kec. Tawangsari, Kab. Sukoharjo  

MENDONGENG merupakan salah satu bentuk edukasi dan tahap awal pengenalan dunia literasi pada anak. Salah satu jenis dongeng yang dapat digunakan adalah cerita rakyat. Cerita rakyat umumnya mengandung nilai-nilai kehidupan yang membangkitkan daya imajinasi anak. Selain itu, dongeng dapat berperan sebagai bekal literasi mereka sebelum memasuki usia sekolah dasar.

Selamat Idulfitri 2024

Metode mendongeng sangatlah tepat diterapkan bagi siswa kelas 1-3 Sekolah Dasar (SD) sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan minat baca pada siswa. Hal ini diperkuat dengan hasil studi yang dikemukakan oleh Anindyarini, dkk (2019) bahwa kegiatan dongeng tidak hanya sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan audio.

Ada 4 (empat) cara yang dapat digunakan dalam menyajikan dongeng. Pertama, siswa membaca dongeng secara langsung. Kedua, guru mendongeng dengan media wayang kertas yang telah disediakan dalam bahan ajar. Ketiga, menggunakan permainan yang mewajibkan siswa menceritakan dongeng secara lisan. Keempat, siswa menuliskan isi dongeng berdasarkan gambar. Cara penyajian ini sesuai dengan empat aspek keterampilan berbahasa yaitu membaca, menulis, menyimak dan berbicara.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Bagaimana optimalisasi peran guru untuk meningkatkan minat baca siswa melalui kemampuan mendongeng? Jawabannya adalah melalui tahap pembiasaan. Ada 5 (lima) cara untuk menanamkan pembiasaan pada siswa, yaitu: 1) melalui motivasi belajar dan pengaruh minat baca agar gemar membaca, 2) dengan memilih materi yang menarik sesuai dengan tingkat sekolah siswa, 3) dengan memilih jenis buku cerita yang mengandung pesan moral, 4) mengkondisikan suasana yang nyaman untuk siswa berliterasi, dan 5) melakukan dengan konsisten.

Menurut Aspar, dkk (2020) ada beberapa cara untuk mengembangkan kemampuan mendongeng secara efektif. 1) Mempersiapkan Cerita/Dongeng. Siapkan cerita yang akan disampaikan, bisa melalui karangan sendiri atau menggunakan karya orang lain. 2) Menyampaikan Pesan Moral. Idealnya dalam mendongeng selalu menyampaikan nasihat-nasihat yang ada dalam cerita. Dengan begitu, guru dapat menanamkan karakter dan menjelaskan mana hal yang baik sebagai contoh dan yang buruk agar tidak dilakukan siswa.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

3) Tanamkan Kasih Sayang dalam Diri Pendongeng. Pastikan bahwa guru menyukai dan menyayangi siswa. Jika guru sendiri kurang menyukai dan menyayangi siswa, tidak mungkin guru dapat bersabar dan santun dalam menyampaikan cerita atau dongeng kepada siswa. 4) Mendalami dan Menghayati Dongeng. Sebelum menyampaikan dongeng kepada siswa, terlebih dahulu guru dapat mendalami dan menghayati cerita. Dengan begitu, guru akan dapat lebih hidup dalam menyampaikan alur-alur cerita dan lebih ekspresif dalam bertutur kata.

5) Menggunakan Kata-kata yang Mudah Dipahami Siswa. Guru tidak mungkin menggunakan kata-kata yang sulit dipahami oleh siswa dalam mendongeng. Misalnya saja, guru menggunakan kata ‘biografi’, ‘profesi’, ‘kompensasi’, dan lain sebagainya. 6) Menggunakan Karakter Suara yang Sesuai dengan Tokoh-tokoh Cerita. Karakter suara pada setiap tokoh tentunya harus berbeda dan sesuai dengan karakter tokoh masing-masing. Sebab jika tidak, guru tidak akan berhasil menyampaikan dongeng dengan baik.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

7) Menggunakan Alat Peraga. Siswa biasanya akan tertarik jika guru mendongeng menggunakan alat peraga/properti. Alat peraga bisa saja berupa sebuah boneka atau benda-benda lain. Guru dapat membuat anak-anak tertarik dengan gerakan-gerakan ekspresif, enerjik, dan jenaka. 8) Menggunakan Ilustrasi Musik dan Efek-efek Suara. Dongeng yang guru ceritakan akan menjadi lebih hidup bila diiringi dengan musik ilustrasi dan efek suara. Hal ini akan semakin mempermudah siswa berimajinasi dan terbawa emosinya.

Besar harapan dengan metode dongeng yang baik dan dilakukan oleh guru dapat menaikkan minat literasi pada siswa. Sebab, kebiasaan membaca atau kegiatan literasi lain  tidak terbentuk tiba-tiba dan harus dipupuk sejak dini. (*)